Hindari Pajak Daerah, Bos Besar “Nyamar” Jadi Pedagang Kecil

H Masbuhin
H Masbuhin (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM — Temuan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) cukup mengejutkan di Kota Mataram. Temuan itu berupa adanya pedagang besar “menyamar” jadi pedagang ecek-ecek yang membuka sejumlah lapak.

Wakil Ketua APKLI NTB H Masbuhin menyebutkan, dari data yang dimiliki pihaknya, ada 400 pedagang yang terdaftar kaanggotaan APKLI. Rata-rata para PKL ini terpusat di kawasan Cakranegara. 

‘’Ada 400 yang ada di Kota Mataram. Penempatan yang masih semerawut, seperti di Cakranegara. Kita akan atur lagi, siapa yang akan diproritaskan,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Sabtu lalu, (15/6).

APKLI, kata Masbuhin, menemukan bos-bos PKL yang ‘nyamar’ jadi pedagang kecil. Seperti ayam penyet, yang mulai banyak ramai. Hal ini, modus dari para bos untuk menghindari pajak ke daerah. Padahal, mereka bisa membuka usaha lebih besar seperti menyewa ruko.

Ia sudah menjalin koordinasi dengan Pemkot Mataram untuk terus melakukan penataan saat ini, apalagi sejak diresmikan Kapal Legundi Lombok-Surabaya. Sejak itu mulai banyak pedagang datang ke Kota Mataram.

‘’Kita akan tata mereka supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,’’ singkatnya.

Terpisah, anggota Komisi IV  DPRD Kota Mataram Lalu Suriadi meminta, penataan PKL betul-betul serius dilakukan. Jika ditemukan ada oknum yang bermain-main mengelabui Pemkot lebih baik diberikan tindakan. ‘’Kalau bos-bos pedagang jangan buka lapak lah. Buka aja usaha atau toko khusus sehingga pajaknya jelas,’’ katanya.

Hal ini, harus menjadi perhatian serius dari dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Satpol PP dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram. Karena selama ini, penetapan tarif pajak restoran maupun PKL belum ditetapkan. Pendapatan daerah selama ini tidak pernah terkontrol dari kehadiran PKL.

‘’Kita minta ada sikap jelas, kalau ditetapkan pajaknya seperti apa. Ini harus diperhatikan daerah,’’ katanya.

Selain itu, kata politisi senior PAN meminta penataan seperti di kawasan Jalan Pejanggik Cakranegara depan Mataram Mall sampai simpang empat Cakranegara.  Keberadaan lapak sudah tidak terkontrol, sehingga ada kesan kekumuhan  saat malam hari. Sampah juga mulai menumpuk sampai pagi hari di beberapa lapak PKL. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid