Hindari Konvoi, Kelulusan Diumumkan Usai Buka Puasa

H. Mahsun
H. Mahsun (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG — Kali ini, hampir sepanjang jalan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), tidak ada siswa yang melakukan konvoi kelulusan, atau melakukan aksi coret-coretan baju seragam. Pasalnya, sejumlah sekolah baru mengumumkan kelulusan siswanya, setelah berbuka puasa.

Wakil Kepala SMAN 1 Keruak, HM Said mengatakan, Senin kemarin (13/5), merupakan jadwal pengumuman kelulusan siswa. Hanya saja, di SMAN 1 Keruak pengumuman kelulusan dilakukan setelah berbuka puasa, yang nantinya akan dibuka oleh masing-masing orang tua/wali siswa. Sehingga tidak ada siswa yang keluar. “Dengan mengumumkan kelulusan setelah buka puasa, saya yakin tidak akan ada siswa yang melakukan konvoi,” ujarnya kemarin.

BACA JUGA: Hardiknas Diwarnai Aksi Corat-coret Pelajar

Dikatakan, bukan hanya SMAN 1 Keruak saja yang melakukan pengumuman usai berbuka puasa, tetapi hampir semua sekolah di Lotim melakukan hal yang sama, untuk menghindari adanya siswa yang melakukan konvoi. “Secara kebetulan pemerintah telah memberikan imbauan bahwa sebaiknya kelulusan dilakukan dengan cara sujud sukur, dan berdoa bersama,” ujarnya.

Selain itu, katanya, bagi siswa yang melakukan konvoi ke jalanan untuk merayakan kelulusan, sekolah sudah tidak bertanggung jawab apabila terjadi penilangan kendaraan siswa. “Karena sesuai dengan kesepakatan, Satlantas Polres Lombok Timur juga akan melaksanakan penegakan hukum (tilang),” ujarnya.

BACA JUGA: Puluhan Madrasah Terdampak Gempa Belum Tersentuh Bantuan

Sementara itu, Kepala Layanan Dikmen dan PK-PLK Lombok Timur, H Mahsun mengatakan, untuk Lombok Timur diyakini tidak ada siswa yang melakukan konvoi seperti tahun-tahun lalu. Pasalnya, untuk mengantisipasi ini, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian guna mengantisipasi terjadinya konvoi yang membahayakan siswa. “Sampai dengan sore ini, pukul 17.00 Wita, saya belum melihat ada siswa yang konvoi. Jika pun ada, hanya siswa yang berasal dari pinggiran yang melintas, tetapi itu hanya satu atau dua orang saja,” ujarnya.

Disampaikan, untuk mengantisipasi aksi coret-coretan baju seragam yang dilakukan oleh siswa, memang berbagai cara dilakukan oleh pihak sekolah. “Ada yang mengumumkan setelah berbuka puasa, dan ada juga sekolah yang melakukan doa bersama, serta melakukan istigosah dimasing-masing sekolahnya,” pungkasnya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid