Hewan Kurban Mulai Dicek Kesehatan

SELONG—Jelang Hari Raya Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi, keberadaan hewan kurban di Lombok Timur (Lotim) sudah mulai dilakukan pemeriksaan kesehatan. Ini dilakukan untuk memastikan apakah hewan tersebut layak menjadi hewan kurban atau tidak. Baik itu ternak kambing maupun sapi.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban oleh Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) setempat, dilakukan bekerjasama dengan panitia kurban yang ada disetiap kecamatan. Setiap ada permintaan, petugas kesehatan hewan di setiap kecamatan langsung turun.

Kabid Keswan Distanak Lotim, Heru Rachmadi mengatakan, pemeriksaan hewan  untuk  Idul Adha sama seperti sebelumnya. Dimana pihaknya membentuk tim untuk melakukan pengawasan kesehatan pemotongan hewan kurban. Tim tersebut melibatkan dokter hewan ditingkat kabupaten dan dokter hewan, termasuk tim medis yang ada disetiap kecamatan. “Dokter hewannya sekitar 20 orang, dan tim medisnya sebanyak 50 orang,” ungkap Heru, kemarin (1/9).

Tim tersebut berbagai tugas sesuai dengan satuan wilayah kerjanya, dan menyebar di semua kecamatan di Lotim. Setiap kecamatan lanjutnya, terdapat satu orang dokter hewan dan dua orang tenaga medis. “Kalau ada wilayah yang tidak ada dokter hewannya, paling tidak (sudah) ada tenaga medisnya,” jelas Heru.

Selanjutnya tim akan berkoordinasi dengan panitia kurban  masjid yang ada disetiap kecamatan. Proses pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan paling lambat satu hari sebelum Idul Adha. Namun saat ini sebutnya, mereka  sudah mulai turun melakukan pemeriksaan disejumlah kecamatan. “Sekarang sudah kita mulai memeriksa 10 ekor di Masjid Embung Papas,” terangnya.

Permintaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban biasanya paling banyak tiga dan empat hari sebelum pelaksanaan Idul Adha. Semua itu tergantung ketersedian dan banyak hewan yang akan di Kurban. “Panitia masjid semuanya sudah paham dengan ketentuan itu,” ujar Heru.

Dikatakan, menyangkut hewan yang akan di kurban, itu sudah jelas ketentuannya dan syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya sehat secara fisik, tidak ada cacat, pejantan, dan  umur mencukupi. Untuk Sapi minimal berusia dua tahun, dan Kambing minimal berumur satu tahun. “Alhamdulillah di Lotim selama ini bebas penyakit menular, seperti anthrax dan lainnya,” yakin Heru.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan daging hewan kurban itu sehat dikonsumsi masyarakat. Karena tak dipungkiri sebagian hewan tersebut ada yang didatangkan dari kabupaten lain diluar Lotim. “Yang jelas, hewan kurban di daerah masih aman,” sebut Heru memastikan.

Terkait itu, pihaknya tidak hanya sebatas menunggu permintaan dari panitia kurban saja. Melainkan mereka proaktif turun langsung melakukan pemeriksaan. Dengan demikian, panitia kurban yang belum mengetahui hal ini disarankan untuk segera melapor ke petugas kesehatan hewan setempat. “Kalau ada panitia yang belum tau,  saya sarankan untuk melaporkan ke petugas yang ada dikecamatan masing-masing,” pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut