HET Tak Mampu Tekan Harga Sembako

HET Tak Mampu Tekan Harga Sembako
BAZAR: Inilah salah satu stan pasar murah yang dilaksanakan Pemkab Lombok Tengah dengan Disperindag Provinsi NTB. (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Harga eceran tetap (HET) yang telah dikeluarkan pemerintah terkait harga kebutuhan pokok selama puasa tak tidak mampu diterapkan oleh sejumlah pengusaha.

Malah, harga di pasaran tetap melambung tinggi. Tragisnya lagi, pemerintah daerah tidak berdaya membendung fenomena pasar ini. Di mana kenaikan harga bahan pokok naik mencapai 30 persen dari harga sebelumnya pada bulan puasa ini.

Seperti yang katakan salah seorang pedagang di pasar Renteng Praya, Hj Rohimah, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang dan pada bulan puasa suatu yang biasa. Karena barang sudah naik dari tangan pertama. Sehingga harga jual di pasaran pun meningkat. “Sudah biasa, karena kita juga ambil barang dengan harga tinggi. Lagian mana ada penjual yang mau menjual dagangannya di bawah harga yang diberikan pihak pertama,” cetusnya.

Rohiman merinci, harga telur per tray naik sekitar Rp 5 ribu. Sebelum puasa harganya berkisar antara Rp 32 ribu, dan sekarang mencapai Rp 37 ribu. Selanjutnya gula pasir naik 2 persen, daging 20 persen dan minyak goreng naik sekitar 5 persen. “Kan kita mengikuti kenaikan harga dari pihak pertama,” tambahnya.

Sedangkan untuk beras sendiri lanjutnya, saat ini belum menunjukkan kenaikan. Menurutnya, disebabkan masyarakat sedang masa panen, sehingga kebutuhan akan beras terjamin.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah H Saman yang dikonfirmasi mengakui, kalau harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sudah dikeluarkan. Namun di sisi lain pihaknya juga tidak bisa memungkiri nominal harga yang sudah ditetapkan tersebut tidak sepenuhnya terlaksana di lapangan.“Harga di pasaran memang sudah ditetapkan pemerintah, namun di sisi lain kami juga tidak memiliki hak untuk memaksakan penjual agar menjual dagangannya sesuai dengan HET,” katanya.

Melihat fenomena ini, pihaknya sudah mempersiapkan kemungkinan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok pada Ramadan tahun ini. “Kami sudah mempersiapkan hal terburuk, kami sudah mengandeng sejumlah distributor dan pengusaha untuk mengantisipasi itu,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, di bulan puasa ini pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah titik untuk melaksanakan operasi pasar di luar yang ada saat ini. “Pasar murah di luar yang ada di depan Masjid Agung Praya kita tetap lakukan, hanya saja saat ini kita masih melakukan pendataan,” akunya. (cr-ap)