Hengkang dari NasDem, Rohmi akan Gabung Perindo?

NASDEM NTB: Ketua Teritorial Pemenangan Bali Nusra DPP Partai NasDem Julie S. Laiskodat menyerahkan SK Ketua DPW Partai NasDem NTB ke Willy Aditia. Insert: Hj Sitti Rohmi Djalillah. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Pengamat politik Universitas Gunung Rinjani (UGR) Lombok Timur, Basri Mulyani mengaku sudah memprediksi bahwa Sitti Rohmi Djallilah akan hengkang dari Partai NasDem, dan bergabung ke Partai Perindo.

“Karena magnet politik NWDI ada di TGB (Dr TGB Zainul Majdi, red) selaku tokoh sentral dan Ketua Umum,” kata Basri kepada Radar Lombok, Senin kemarin (28/11).

Menurutnya, dengan Sitti Rohmi Djalillah bertahan di Partai NasDem, tentu tidak akan menguntungkan bagi Sitti Rohmi dan NWDI sendiri. Karena dukungan di tingkat jamaah NWDI akan terbelah.

Selain itu, TGB selaku Ketua Umum PB NWDI serta Ketua Harian Nasional DPP Perindo, juga punya beban moral harus bisa membuktikan bahwa dukungan jamaah NWDI solid dan kompak kepada Partai Perindo.

Dengan begitu, Partai Perindo diharapkan bisa memperoleh raihan suara signifikan di NTB. Pasalnya, TGB sebagai Ketua Harian Nasional DPP Perindo, maka NTB akan menjadi barometer dukungan partai Perindo pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. “Sehingga TGB harus bisa mensolidkan dukungan NWDI ke partai Perindo,” terang Basri.

Sementara terkait bertahannya Syamsul Lutfi di Partai Perindo. Basri berpendapat bahwa sangat wajar kalau Syamsul Lutfi tetap bertahan di Partai NasDem. Karena ini menyangkut posisi Syamsul Lutfi sebagai Anggota DPR RI dari Partai NasDem.

Jika Syamsul Lutfi ikut mundur dari Partai NasDem, tentu otomatis jabatannya sebagai anggota DPR RI langsung di PAW. Apalagi jabatannya sebagai Anggota DPR RI masih dua tahun lagi. “Lutfi tentu pertimbangannya jabatan sebagai anggota DPR RI. Sehingga tidak mungkin akan meninggalkan partai NasDem saat ini,” urai Basri.

Dia menduga kemungkinan Syamsul Lutfi hengkang dari Partai NasDem, dan mengikuti jejak TGB ke Perindo, jelang berakhir masa jabatannya sebagai Anggota DPR RI. “Sehingga tidak ada beban bagi Lutfi ketika hengkang dari partai NasDem,” tandasnya.

Baca Juga :  Booster Jadi Syarat, Wisatawan Dikhawatirkan Menurun

Sementara pengamat politik Universitas Mataram, Dr Saipul Hamdi melihat sudah tepat langkah yang dilakukan Sitti Rohmi mundur dari NasDem, dan ikut jejak TGB ke Perindo. Karena dengan sumber daya kader terbatas, tentu NWDI akan dirugikan, jika dukungan jamaah NWDI di politik terbelah.

Sehingga gerbong NWDI yang berada di sejumlah partai, harus disatukan ke satu Parpol yakni Partai Perindo. “Apa yang dilakukan Sitti Rohmi sudah langkah tepat,” ucap alumni Fisipol UGM tersebut.

Lebih lanjut, Pileg 2024 juga jadi ajang pembuktian bahwa TGB selaku Ketua Umum PB NWDI serta Ketua Harian Nasional DPP Perindo, bisa diandalkan untuk membawa Partai Perindo bisa memenuhi parlement threshold atau ambang batas Parlemen.

Sebab itu, TGB harus bekerja keras, agar Partai Perindo punya kursi di DPR RI Senayan. “Dan Barometer dukungan Perindo itu ada di TGB. Dan ini harus dibuktikan oleh TGB,” tandasnya.

Terkait Syamsul Lutfi yang memilih bertahan di partai NasDem? Pengamat politik UIN Mataram, Dr Agus justru punya pendapat yang berbeda. Dia mengatakan hal ini bagian siasat untuk memperbanyak dukungan kutub NWDI untuk pencalonan dalam Pilkada 2024.

“Semakin menyebar elit-elit NWDI ke sejumlah partai, maka semakin besar peluang untuk lolos dalam pencalonan. Bisa jadi ini strategi peluang lolos dalam pencalonan di pilkada,” tegasnya.

Sedangkan Wakil Gubernur NTB yang juga mantan Ketua DPW Partai NasDem NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengakui bahwa keputusan dirinya hengkang dari Partai NasDem NTB, lebih karena pertimbangan urusan keluarga.

Baca Juga :  Kemampuan Mataram Rekrut Honorer Outsourching Terbatas

“Sama seperti disampaikan Kakak Willy (Ketua DPW Partai NasDem NTB, red) dan Kakak Julie (Ketua Teritorial Pemenangan DPP Partai NasDem Bali Nusra, red),” ucapnya kepada awak media, usai menghadiri rapat paripurna DPRD NTB, kemarin.

Didesak apakah dirinya akan berlabuh ke Partai Perindo, mengikuti jejak adik kandungnya, TGB. Rohmi memilih tidak berkomentar banyak. “Nanti kita lihat,” ucapnya singkat.

Sementara itu, rumor yang berkembang bahwa Sitti Rohmi dan Nashib Ikroman akan bergabung ke Partai Perindo NTB. Mereka dikabarkan akan memperoleh posisi strategis. Rumor revitalisasi kepengurusan di tubuh DPW Partai Perindo NTB akan dilakukan setelah tuntas proses verifikasi faktual dan Partai Perindo ditetapkan oleh KPU sebagai peserta Pemilu 2024.

Soal itu, Ketua DPW Partai Perindo NTB Lalu Athari Fathullah menepis adanya rumor bakal ada revitalisasi kepengurusan dalam waktu dekat ini di tubuh DPW Partai Perindo NTB. “Tidak ada revitalisasi kepengurusan,” tandasnya.

Ditegaskan, pihaknya saat ini sedang fokus mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran agar Partai Perindo di NTB memenuhi syarat verifikasi faktual dan Partai Perindo secara nasional ditetapkan oleh KPU sebagai peserta Pemilu 2024. “Kami belum berpikir diluar itu. Fokus kami agar bagaimana Partai Perindo bisa lolos jadi peserta Pemilu 2024,” imbuhnya.

Disinggung kemungkinan bergabungnya Sitti Rohmi dan Nashib Ikroman ke Partai Perindo di NTB. Athar panggilan akrabnya, mengaku pihaknya tentu terbuka kepada siapa saja yang mau bergabung ke Partai Perindo. Termasuk kemungkinan bergabungnya Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi ke Partai Perindo pasca hengkang dari partai NasDem NTB. “Siapa saja yang mau bergabung, kami terima dengan tangan terbuka,” pungkasnya. (yan)

Komentar Anda