Hendak Bagikan Air, Pekasih Temukan Mayat Bayi

MAYAT BAYI
IST FOR RADAR LOMBOK MAYAT BAYI: Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di saluran di Dusun Batu Lumbung, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Sabtu malam (20/9).

PRAYA — Warga Dusun Batu Lumbung, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Sabtu malam (19/9), sekitar pukul 21.00 Wita, dihebohkan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, di saluran irigasi dusun setempat. Jenazah bayi yang diperkirakan baru berumur sembilan bulan ini ditemukan warga yang hendak bertugas membagikan air untuk pertanian.

Kejadian ini bermula saat salah seorang warga, yakni Supardi, 50 tahun, yang merupakan Pekasih (petugas pembagi air) asal Desa Pengadang, Kecamatan Kopang, hendak membagikan air di saluran irigasi yang berada di Dusun Batu Lumbung, Desa Bujak.

Namun ketika Supardi hendak turun ke saluran, dan menyalakan senternya, alangkah kagetnya ketika melihat mayat bayi terapung di saluran tanpa baju. Seketika itu Supardi pun langsung berteriak memanggil tiga orang warga, yakni Sam, 45 tahun, Warga Desa Pengadang, Zaenal, 45 tahun dan Samsul Rizal, 30 tahun, warga Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi.

Supriadi berteriak kalau menemukan mayat bayi terapung di saluran. Namun ketika dia hendak mengangkat mayat bayi tersebut, jenazah bayi itu terseret arus sekitar 500 meter. Kemudian mereka pun mengejar mayat bayi malang yang terseret arus tersebut, dan berhasil mengangkat mayat bayi ke pinggir saluran bersama warga lainnya.

Mendengar penemuan mayat bayi itu, masyarakat sekitar langsung berdatangan, dan warga segera menghubungi aparat kepolisian, yang segera dating ke lokasi penemuan mayat bayi.

Kapolsek Batukliang, IPTU Gede Gisiyasa menegaskan, awalnya warga memberikan informasi kepada salah satu anggota Polsek Kopang, yang diteruskan Polsek Batukliang, karena merupakan wilayah hukum Polsek Batukliang.

“Setelah menerima laporan, kita langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), dan membawa mayat bayi ini ke Puskesmas Mantang. Kita juga koordinasi dengan dokter di Puskesmas tersebut. Saat ini kita sudah menitipkan jenazah bayi ke RSUD Praya,” ungkap Gisiyasa, Minggu kemarin (20/9).

Dari hasil pemeriksaan medis terhadap mayat bayi itu sambungnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada anak. Diperkirakan juga jika anak tersebut lahir dengan normal, dengan ukuran panjang 48 Cm, berat sekitar 3 kg, dan umur sembilan bulan.

“Mayat ini diperkirakan lahir secara normal, jenis kelamin laki- laki, dan diperkirakan lahir dibantu oleh dukun beranak. Karena memang tali pusar sudah terpotong. Bayi diperkirakan sudah meninggal satu hari lebih, karena terlihat sudah lebam dan membiru, serta sudah berbau. Sampai saat ini kita juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku pembuangan mayat bayi ini,” pungkasnya. (met)