Heboh, Tujuh Warga Digigit Monyet Jadi-Jadian

Monyet Jadi-Jadian
DIGIGIT MONYET: Tampak salah satu korban gigitan monyet, Inaq Helman menunjukkan bekas gigitan monyet yang menyerangnya pada hari Senin lalu. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Warga Dusun Telaga Bagek, Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dihebohkan keberadaan monyet berkeliaran yang mengganggu masyarakat. Tak hanya mengganggu, monyet berukuran besar yang tidak seperti ukuran monyet biasa itu juga menyerang tujuh warga setempat, sehingga masyarakat menduga sebagai monyet jadi-jadian.

Menurut keterangan salah satu korban, Inaq Helman Jayadi, hari Senin lalu (6/3), sekitar pukul 16.00 Wita, saat dia sedang berada didepan rumahnya memasak garam, tiba-tiba dia ditarik kakinya oleh monyet yang lebih besar dari anak kecil umur 14 tahun. Tak hanya menarik kakinya saja, monyet itu sangat galak, bahkan menggigit kakinya sambil menghisap darahnya.

“Saya tidak tahu monyet itu datang dari mana. Tiba-tiba dia menarik kaki saya, kemudian menggigit sambil menghisap darah saya. Kemudian saya coba tarik kaki saya, namun monyet itu tetap hisap darah kaki saya,” cerintanya saat ditemui Radar Lombok, dirumahya Selasa (7/3).

[postingan number=3 tag=”kriminal”]

Tak hanya itu sambungnya, melihat cara monyet ini berjalan, dan ukurannya yang sangat besar, dimana monyet ini berjalan seperti manusia. Masyarakat disini kemudian menduga kalau itu monyet jadi-jadian. ”Monyet jalan seperti manusia, dan ukurannnya besar. Yang saya herankan, kenapa dia minum darah saya,” herannya.

Selain Inaq Helan yang menjadi korban, salah satu anak yang masih duduk di bangku SMP, Wir juga menceritakan, pada saat dia sedang asyik menonton di dalam rumahnya, tiba tiba melihat monyet yang ukurannya sangat besar, dan langsung menggigit kakinya. Namun ketika dia mencoba menarik kakinya, justeri dia yang ditarik dan dicakar sama monyet itu, sehingga dia pun berteriak ketakutan.

“Saya tidak bisa melawan monyet itu, ukurannnya sangat besar. Monyet itu menarik kaki saya, dan menggigit, sehingga menyebabkan darah saya terus mengalir,” kisahnya.

Sementara Kaman, salah satu warga juga mengatakan, selain Inaq Helman dan Wir, beberapa warga juga pernah menjadi korban keganasan monyet, yang diduga monyet jadi-jadian tersebut. Dimana dari tujuh korban yang digigit, empat diantaranya mengalami luka yang cukup parah.

“Selain Inaq Helman dan Wir, ada juga warga yang namanya Alman menderita goresan dikepalanya saat diserang monyet. Kemudian juga korban Rakyah, Sumiatun Nori, dan lina, warga yang juga berasal dari Dusun Telaga bagek,” jelasnya.

Berdasarkan penelusuran dan keterangan yang diterima Radar Lombok, Desa Telaga Bagik merupakan desa yang berada didekat perkebunan. Namun berdasar keterangan salah satu warga yang rumahnya berada di kebun, dia justeru tidak pernah melihat monyet berkeliaran di kebun. Sehingga masyarakat pun menduga kalau monyet yang mengganggu warga ini merupakan monyet jadi-jadian yang sedang kehausan.

“Saya sudah lama tinggal disini, tidak pernah melihat monyet berkeliaran. Kalaupun ada, monyet tidak akan mengigit dan menghisap darah. Ini yang kita bingungkan,” tuturnya.

Tak hanya itu, sebelumnya juga beberapa bulan yang lalu masyarakat pernah dihebohkan dengan kejadian serupa. Sehingga masyarakat saat ini merasa was-was tinggal dirumah. “Dulu ada cerita seperti ini, sehingga kita takut,” ujarnya.

Agar keamanan di masyarakat tetap terjaga, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang di bantu aparat kepolisian dari Polsek Keruak, langsung menyisir kebun yang diduga kuat tempat monyet itu bersembunyi. Namun hingga beberapa jam pencarian dilakukan, aparat gabungan tidak jutga berhasil menemukan adanya tanda-tanda monyet itu berada.

“Pada saat kita melakukan pencarian yang dibantu aparat kepolisian dari Polsek Keruak, kita belum menemukan tanda-tandanya. Jadi seperti perkataan mayarakat, sementara ini itu monyet jadi-jadian, karena kita belum melihatnya,” ungkap Kasat Pol PP Lotim, Lalu Zainal Abidin.

Sementara Camat Keruak, Mustamin Hasyim mengatakan, berdasarkan keterangan sementara monyet itu bukan merupakan monyet jadi-jadian. Namun hanya monyet yang kelaparan dan sudah besar. “Berdasarkan keterangan sementara dari Kepala Desa Ketapang Raya, monyet itu monyet asli. Namun sudah mengganggu masyarakat,” jelasnya.

Terkait ke 7 orang korban yang menjadi keganasan monyet ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk diberikan pertolongan berupa pengobatan, agar tidak terjadi infeksi. Karena hingga kini salah satu korban masih mengeluarkan darah akibat gigitan monyet tersebut. ”Insha Allah nanti saya akan tinjau korban ini, dan menyuruh kepala desa memberikan bantuan,” pungkasynya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid