Heboh! Makan Pelecing 2 Porsi Bayar Rp 172 Ribu, Ternyata Kena Sewa Berugak Rp 150 Ribu

GIRI MENANG–Pengalaman tidak menyenangkan dialami akun Facebook inisial KRN saat makan di EEBR, Jalan Raya Pelangan, Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Minggu (30/4/2023).

Dalam postingannya yang viral dan kini sudah dihapus itu, KRN menceritakan pengalaman tidak menyenangkan makan 2 porsi pelecing tetapi dikenakan bayaran Rp 172 ribu. Belakangan diketahui, ia dan keluarga dikenakan charge sewa berugak Rp 150 ribu. Sementara pelecing Rp 22 ribu untuk 2 porsi sehingga diminta bayaran 172 ribu.

KRN mengaku ini bukan kali pertama ia datang. Namun pertama kali mendapatkan perlakuan seperti ini.

“saya datang utk kesekian kali di tempat ini…tadi .dtg hanya membawa makanan secukupnya tidak heboh dan banyak…dengan anggota cuman 5 org dewasa. kebiasaan melihat berugak kosong saya duduklah di tempat itu…jam 2 sy DTG pulang jam 4 sore.hanya dua jam saja..saya pesanlah pelecing 2 piring…ketika mau pulang Nota sudah begini…saya bertanya kepada pelayanmya ini berapa..172.000….kok bisa…kata pelayannya dari awal datang sudah di kasih tau kena cas ..hallo mas,dan mbak pelayan kalau saya sudah diksik tau dari awal tidak mungkin saya bertya saya juga punya pendidikan tau aturan….lalu pelayannya pun nego nego an ke saya….laaa,,katanya aturan kok bisa pakai nego2….berharap saya ambil uang itu kembali tidak….cuman disini saya sayangkan kok seenaknya buat aturan….bagi saya sewa tempat berugak resto dll mahal…walaupun saya rakyat jelata Alhamdulillah sering nongkrong di beberapa tempat yg lebih dripada itu tidak pernah Sampai begitu…dan syukurnya saya kenal kok pemilik dan bos ini..murni bos nya tidak salah dan bahkan tidak tau tentang ini ….saya hanya cerita insya Allah saya akan datang lagi kok ke tempat ini ..maaf ya…..,” tulis KRN di Facebooknya, Minggu malam (30/4/2023).

Baca Juga :  KBRI Benarkan Muliati Korban Percobaan Pemerkosaan
Baca Juga :  Ribuan Jamaah Hadiri Silaturahmi Kebangsaan Neno Warisman

Radar Lombok mencoba mengonfirmasi nomor WhatsApp yang tertera di nota EEBR, namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari pihak terkait. (RL)

Komentar Anda