Heboh Catcalling di Gili Trawangan, Wisatawan Ini Kapok Balik Lagi (1)

Screenshot video viral TikTok akun @ME. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Akun TikTok inisial @ME mengunggah pengalaman buruknya mendapatkan catcalling saat liburan di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Video yang diunggah Kamis (15/9/2022) itu sudah ditonton 967,1 K, dan kini tengah viral, khususnya di KLU. Sebagai informasi catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual di ruang publik, biasanya dilakukan di jalanan atau fasilitas umum lainnya.

Berikut salinan isi video viral tersebut:

“Dari kemarin dengar cerita di Gili, anaknya Farida Nurhan kena catcalling terus mbak ini juga, kenapa dengan Gili?

You have to know guys the catcalling thing udah ga main-main lagi. Itu juga bikin gue emosi kalau gue ingat sampai sekarang. Bahkan gue sempat kena pelecehan seksual. To be honest this is so fucking annoying. Gue beneran marah. Gue ga akan kembali lagi ke Gili Trawangan, to be honest.

Jujur gue dah pernah traveling ke mana-mana, of course karena dulu gue cabin crew, gue pernah traveling ke berbagai pulau, kayak ke Pulau Cinta di Gorontalo, di Papua, di Manado, ke Bali, bahkan tiap bulan ke Bali, karena gue secinta itu dengan Bali. Tiap gue ke Bali I don’t have to be boring about cat calling thing, karena di Bali orang-orangnya sebaik itu.

Baca Juga :  Heboh Catcalling di Gili Trawangan, Wisatawan Ini Ngaku Dapat Pelecehan Seksual (2)

Gue ga pernah dapat catcalling di Bali. Mau gue pake baju apa juga. But when I go to Gili yesterday, that’s so fucking disgusting. Catcalling-nya yang benar-benar udah luar biasa, udah unbelievable. Baru nyampai pelabuhan, geret koper itu udah banyak cat calling. Mbak-mbak mau ke mana mbak, cantik, cantik; mbak mau snorkeling gratis ndak mbak, ini saya kasi snorkeling gratis; mbak minta nomor WhatsApp mbak; mbak mampir dulu sini, ayo saya temenin; mbak mau temenin saya ga. And they so fucking annoying. Tapi mereka ndak catcalling orang-orang bule, mau orang bule itu pakai sepeda sambil pakai bikini doang, they don’t care. Jadi kalau ditanya jangan salahin pulaunya, ya pulaunya memang bagus, tetapi orang-oranya yang harusnya berubah, kalau mereka mau tourism-nya maju.

Lo bayangin man, gimana turis ndak mau kabur, lo baru nyampai, nyampai villa, disuruh bayar lagi Rp 1,9 juta. Terus habis itu yang kedua perkara delman. Waktu itu udah capek, udah malam, dan kita mau party mau minum alkokol, of course we can’t rent a bike. Karena lu kalau drunk, gimana lo mau bawa sepeda pulang dan jalan kakinya itu jauh banged.

Baca Juga :  Wabup Respons Wisatawan yang Dapat Catcalling dan Pelecehan Seksual di Gili Trawangan

Yang bilang katanya ke mana-mana dekat di Gili, helo lo pernah datang ke Gili belum. Gue pulang party dari pantai ke vila jalan masuk-masuk hutan sekitar 30 minute.  Gue naik delman dibilangnya Rp 50 ribu, pas turun ternyata Rp 100 ribu per orang, dan diharuskan bayar Rp 400 ribu karena gue berempat, gimana kalau kayak gitu, bukan scam namanya?

Masuk night market, gue ni lokal, berdua ama teman gue, yang bule itu dua orang doang. Masa beli ikan langsung dibilang Rp 300 ribu seekor. Mereka ga ngehargai gue dan teman gue itu sebagai lokal dong. Itu di night market lo, di pasar, bukan di retoran,” cerita mantan pramugari ini.

Video inipun mendapatkan beragam komentar dari netizen, ada yang mengaku pernah dapat catcalling dan ada juga yang tidak. Tetapi karena video ini, ada netizen yang sampai mikir-mikir ke Gili Trawangan. “Padaha ke Gili wishlist bgd dari dulu tp pas tau begini, jadi mikir” lagi,” komen akun @RJ.

“Alhamdulillah sering ke gili trawangan sampe skrg blum pernah ngalami hal spt mbaknya, org2nya baik dan sopan,” komen akun @Ibu Anak Satu…bersambung. (RL)

Komentar Anda