Hasil Swab Tiga Guru SMAN 1 Selong Negatif

SEKOLAH TUTUP : Suasana SMAN 1 Selong ditutup setelah adanya salah seorang guru dinyatakan positif terpapar Covid-19. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Buntut adanya satu guru inisial LMAI positif Covid-19, pihak sekolah langsung melakukan tracing menyasar tiga guru melakukan tes swab. Dari hasil tes swab yang dilakukan, ternyata tiga guru yang bersangkutan hasilnya negatif. Kendati demikian, kelas XII sebanyak empat kelas akan di-tracking.

“Hasil tes swab PCR Covid-19 kepada tiga guru SMAN 1 Selong hasilnya negatif,” kata Kepala SMAN 1 Selong, Dr Sri Wahyuni saat dihubungi Radar Lombok, kemarin.

Wahyuni mengatakan, dengan hasil guru dan siswa negatif Covid-19 berdasarkan tes swab, maka secara otomatis pembelajaran tatap muka di sekolah akan kembali dibuka.

“Kita berencana akan membuka sekolah untku pembelajaran tatap muka,” kata Sri Wahyuni.

Kendati demikian, Sri mengakui jika pihakya belum berani memastikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, meskipun tiga guru hasil tes swab negatif. Karena, pihaknya akan melakukan tracing kepada siswa di empat kelas, termasuk juga guru lainnya.

‘Mungkin bakal lama melakukan pembelajaran dari rumah, karena kita tidak berani mengambil risiko,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan PSMA Dikbud NTB Lalu Muhammad Hidlir menyebut tiga guru yang sudah melaksanakan tes swab ini hasilnya negatif, maka pihaknya menyarankan untuk kembali tatap muka kepada SMAN 1 Selong.

 “Kalau nanti hasilnya negatif, maka bisa melakukan tatap muka,” ujarnya.

 Selain itu, sistem pembelajarannya untuk kelas X, XI porsinya simulasi, sedangkan kelas XII itu pembelajaran tatap muka di sekolah.  Kalau tatap muka itu kelas XII full di semua sekolah dengan menggunakan sistem shift dan untuk kelas X,XI menggunakan sistem shift dan blok.

 “Kebijakan diterapkan ini untuk kelas XII, karena untuk persiapan menghadapi ujian akhir sekolah, sehingga belajarnya diefektifkan,” pungkasnya. (adi)