Hasil Survei Tinggi, ASA Pertimbangkan Maju Pilkada Lotim

Achmad Sukisman Azmy

SELONG — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Achmad Sukisman Azmy (ASA) mengaku cukup surprise dengan hasil survei LSI Denny JA yang menempatkan dirinya memiliki elektabilitas cukup tinggi di Pilkada Lotim.

Pasalnya, setelah Pemilu Legislatif (Pileg) usai, dirinya tidak melakukan aktivitas politik apapun. Termasuk tidak mem-branding dirinya sebagai bakal Cabup/Cawabup untuk maju di Pilkada Lotim. “Saya cukup kaget dan surprise dengan hasil survei LSI,” ucap Sukisman.

Dikatakan Sukisman, dengan adanya hasil survei LSI tersebut, justru membuat dirinya menjadi bertanya-tanya, apakah memang dirinya dikehendaki oleh masyarakat Lotim agar maju berkompetisi di Pilkada Lotim. “Terima kasih kepada masyarakat Lotim, yang telah memberikan support untuk maju di Pilkada Lotim,” imbuhnya.

Menurut Sukisman, dirinya kini sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk maju di Pilkada Lotim. Hanya saja, pihaknya masih akan menunggu keputusan musyarawah keluarga, terkait apakah dirinya maju atau tidak di Pilkada Lotim. “Sedang dimusyarawahkan internal keluarga (keputusan maju di Pilkada Lotim 2024,” imbuhnya.

Kesempatan itu, Achmad Sukisman Azmy juga mengaku sudah ada beberapa kandidat Cabup Lotim yang meminta dirinya untuk berpasangan sebagai Cawabup Lotim. Namun dirinya belum memberikan jawaban apapun terkait permintaan tersebut. “Ya karena belum ada rembuk (musyawarah) keluarga, sehingga saya tidak memberikan jawaban apapun,” lugasnya.

Dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Deny JA, nama Sukisman Azmy menduduki posisi tertinggi yang mendapat dukungan masyarakat sebagai calon bupati (Cabup) Lotim. Pada simulasi 15 nama, Achmad Sukisman Azmy memperoleh dukungan paling tinggi, yakni 13,4 persen; kemudian menyusul di urutan kedua, Haerul Warisin dengan 11,4 persen. Berikutnya di posisi ketiga, TGH Hamzi Hamzar dengan 11,4 persen; Syamsul Luthfi dengan 10,9 persen; Rumaksi 7,0 persen; dan Suryadi Jaya Purnama (SJP) 5,0 persen.

Posisi selanjutnya Baiq Isvie Rupaeda 4,5 persen; Lalu Hasan Rahman dengan 2,7 persen; Tanwirul Anhar dengan 2,3 persen; dan Daeng Paelori dengan 2,3 persen. Kemudian Abdul Hadi dengan 2,3 persen; Abdul Wahid dengan 1,8 persen; Edwin Hadiwijaya dengan 1,4 persen; dan lainnya sebesar 1,6 persen. Sementara yang belum memutuskan, tidak tahu dan tidak menjawab sebesar 22,0 persen.

Baca Juga :  Sidang Kasus Benih Jagung 2017, Bos PT Sinta-Wahana Didakwa Rugikan Negara Rp 27 Miliar Lebih

Pada top of mind calon bupati (pertanyaan terbuka), Achmad Sukisman Azmy berada di posisi ketiga, dengan perolehan 5,0 persen. Posisi pertama Haerul Warisin dengan 7,7 persen, dan posisi kedua Rumaksi dengan 6,4 persen.

Posisi berikutnya TGH Hamzi Hamzar dengan 2,5 persen; Suryadi Jaya Purnama dengan 1,4 persen; Abdul Wahid 1,4 persen; serta Tanwirul Anhar dengan 1,1 persen. Posisi berikutnya ada Syamsul Luthfi dengan 1,1 persen; Lalu Hasan Rahman dengan 1,1 persen; Abdul Hadi 0,9 persen; Daeng Paelori dengan 0,7 persen; Edwin Hadiwijaya dengan 0,2 persen; dan Baiq Isvie Rupaedah dengan 0,2 persen; serta lainnya 5,0 persen. Sementara yang masih merahasiakan pilihannya sebesar 1,6 persen, belum memutuskan 21,6 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 42,0 persen.

Untuk calon yang paling banyak didukung, nama Achmad Sukisman Azmy pada posisi kedua dengan 6,6 persen. Posisi pertama Haerul Warisin dengan 8,4 persen, dan posisi ketiga Syamsul Luthfi dengan 5,2 persen.
Posisi berikutnya Rumaksi dengan 3,2 persen; Baiq Isvie Rupaedah dengan 2,7 persen; Daeng Paelori meraih 1,4 persen; Tanwirul Anhar dengan 0,7 persen; dan Suryadi Jaya Purnama dengan 0,7 persen. Lalu Hasan Rahman dengan 0,7 persen; TGH Hamzi Hamzar dengan 0,7 persen; Abdul Wahid dengan 0,5 persen; Abdul Hadi dengan 0,2 persen; serta lainnya 2,7 persen. Belum ada pilihan sebesar 13,4 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 53,0 persen.

Terkait survei LSI Denny JA itu, Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Firadz Parizka, mengatakan bahwa hasil survei ini akan menjadi rujukan bagi para bakal calon untuk memperkuat kembali elektabilitas mereka melalui sosialisasi dan kampanye intensif.
Menurutnya, Partai Golkar sendiri akan terus memonitor perkembangan elektabilitas para calon melalui survei-survei lanjutan, sebelum memutuskan dukungan final pada kontestasi di Pilkada serentak 2024. Karena masih ada dua survei lagi yang akan dilakukan hingga awal Agustus mendatang. “Proses survei ini penting untuk memastikan bahwa keputusan dukungan Partai Golkar didasarkan pada data yang akurat dan terkini,” lugasnya.

Baca Juga :  PDIP NTB Bakal Usulkan Agus Fatoni Jadi Pj Gubernur

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Lotim, H. Daeng Paelori turut memberikan tanggapan soal rilis hasil survei LSI Denny JA terhadap bakal Cabup dan Cawabup Lotim yang digunakan partai tersebut. Terutama berkaitan dengan elekatabilitas kader partai Golkar, yaitu Lalu Hasan Rahman dan dirinya.

Daeng mengatakan, pada prinsipnya Partai Golkar tetap memberikan kesempatan ke para kader terbaik untuk ikut dalam kontestasi Pilkada serentak 2024 ini, tak terkecuali di Pilkada Lotim. Namun survei LSI yang digunakan Golkar tersebut, masih hanya sebatas survei awal. Dimana survei tersebut, masih belum bisa dijadikan sebagai patokan apakah Golkar akan tetap mengusung kadernya sendiri, ataukah mengusung calon dari luar partai. “Saya sendiri masih belum melihat hasil survei LSI yang digunakan Golkar itu seperti apa. Yang jelas, dalam kontestasi Pilkada, partai kita tentunya menginginkan kemenangan. Makanya siapa bakal calon yang memiliki survei tertinggi, maka itulah yang akan kita usung,” jawab Daeng.
Sebelum menentukan bakal calon yang akan diusung imbuhnya, Partai Golkar direncanakan kembali melakukan survei tahap berikutnya pada Agustus mendatang. Hasil survei inilah yang nantinya akan menjadi acuan bagi Golkar untuk menentukan arah politik di Pilkada Lotim. “Akan ada survei lagi yang akan kita lakukan, baik itu untuk calon bupati maupun wakil bupati (Lotim). Sedangkan untuk kader Golkar yang telah masuk dalam pendaftaran maupun survei, harus lebih meningkatkan elektabilitas maupun popularitasnya. Sekarang tinggal kita tunggu saja hasil survei tahap berikutnya,” imbuh Daeng.

Namun yang jelas, imbuh Daeng, Partai Golkar tetap realistik menyongsong Pilkada Lotim. Dalam arti, kalau pun ada kader potensial yang diajukan maju di Pilkada Lotim, namun hasil survei anjlok, tentu saja sangat tidak memungkinkan untuk dipaksakan maju sebagai calon. “Kalau kader kita tidak memenuhi syarat dan elektabilitas, maka tidak bisa kita paksakan. Sedangkan kalau ada calon diluar kader yang memiliki elektabilitas dan popularitas yang bagus, maka akan kita pertimbangkan (diusung), soalnya kita ingin menjadi pemenang,” tandas Daeng. (yan/lie)

Komentar Anda