Hasil Seleksi JPT Dibawa ke Gubernur

H Muhammad Nasir (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Provinsi NTB, telah memasuki tahap akhir. Panitia seleksi (Pansel) akan melaporkan hasilnya kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, H Muhammad Nasir menyampaikan, para peserta seleksi telah melalui berbagai tahapan hingga akhir. “Tahapannya sekarang tim akan melapor hasilnya ke pak gub,” terang Nasir kepada Radar Lombok, Minggu (21/3).

Jumlah peserta seleksi JPT Pratama lingkup Pemprov NTB awalnya 50 orang yang lulus administrasi. Namun, 1 orang tidak mengikuti proses hingga akhir dikarenakan kondisi kesehatannya tidak baik alias sakit.

Para peserta seleksi, untuk jabatan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebanyak 5 orang. Atas nama Anang Zulkarnain, Surya Bahari, Lalu Fatanah, Salman dan Moh Ikhwan.

Peserta seleksi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) 3 orang, yaitu Khairul Akbar, Iskandar Zulkarnain dan Khairul Hadi. Peserta pada jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebanyak 10 orang, yaitu Yus Harudian Putra Sekretaris DPMPD-Dukcapil, Amir, Chairy Chalidyanto, Fitriah, Hualid, Julmansyah, Lalu Basuki Rahman, Muhtadi Hairi, Saleh dan Supratman Muslim.

Selanjutnya peserta Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) 3 orang , yaitu Jamaludin, Lies Nurkomalasari, M Agus Sykrapaty. Peserta Dinas Pertanian dan Perkebunan 6 orang, yaitu Ahmad Fathoni, Lalu Saladin, Mursal, M Riadi, Sri Wijayaningsih dan Sugiarta.

Kemudian peserta untuk jabatan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (AP) 6 orang, Biro Perekonomian 8 orang. Sedangkan peserta Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah sebanyak 7 orang. “Kalau peserta untuk Direktur RSUP, kan 2 orang,” kata Nasir.

Siapa yang akan terpilih nantinya, tergantung keputusan Gubernur NTB. Pansel, hanya sebatas melaporkan hasil seleksi. Terutama untuk 3 nama dengan nilai tertinggi.

Peserta dengan nilai tertinggi, belum tentu akan menang. Semua tergantung gubernur. Pansel hanya memutuskan 3 nama saja yang diajukan. “Tapi maaf saya sedang WFH, jadi belum bisa kumpul sama tim Pansel,” ucap Nasir.

Pelaksanaan seleksi secara umum memang berjalan lancar. Namun belakangan, sempat terganggu karena adanya work from home (WFH). “Proses akhir kita agak terganggu, karena dua hari pak Sekda WFH. Dan sekarang giliran saya, mudah-mudahan hasilnya besok negatif,” ungkap Nasir.

Pimpinan DPRD Provinsi NTB, H Mori Hanafi berharap, hasil seleksi JPT Pratama bisa mendapatkan pejabat yang benar-benar memiliki kemampuan di bidangnya masing-masing. Apalagi, beberapa jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diseleksi sangat erat kaitannya dengan program unggulan Pemprov.

Salah satu kendala pembangunan daerah, lanjut Mori, Sumber Daya Manusia (SDM) Kepala OPD yang tidak memadai selama ini. “Kita butuh orang-orang hebat untuk melakukan sesuatu yang hebat. Semoga, yang terbaik lah yang terpilih,” harap Mori. (zwr)