Hasil Rapid Test, Empat ASN Pemkab Lotim Dapat Penanganan Khusus

Rapid Tes ASN Lotim
PEMERIKSAAN : Para ASN di Lotim saat menjalani rapid test di kantor bupati. Empat orang mendapat penanganan khusus dari hasil Thermo scranner suhu tubuhnya di atas 37 derajat celcius.
Advertisement

PDP dan OPD di Rusunawa Labuhan Lombok Dipindah

SELONG – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Lombok Timur menjalani rapid test untuk memastikan apakah mereka ada indikas terjangkit Covid-19 atau tidak Senin (26/5). Empat ASN mendapatkan penanganan khusus dari tim medis, karena suhu tubuhnya diatas 37 derajat celcius lebih setelah diperiksa menggunakan alat thermo scanner.

Pelaksanaan Rapid test ini bersamaan dengan sidak para ASN di hari pertama masuk kerja pascalibur lebaran Idul Fitri 1441 H. Rapid test terpusat di kantor bupati, namun dilaksanakan juga di masing masing OPD, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai UPTD. Hasil Rapid Test setiap ASN langsung dicantumkan di kolom absensi kehadiran.

“Dua orang pegawai Pemkab Lotim dan dua orang staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) langsung diamankan. Kami harus cek darahnya untuk mendapatkan hasil, apakah reaktif atau tidak, ” kata dr Syamsul salah seorang petugas tim medis Covid-19 Lotim.

Dari hasil Thermo scranner, lanjut dia, keempat ASN perlu mendapatkan penanganan secara intensif untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Karena mengingat suhu tubuh mereka diatas 37 derajat celcius.

“Hasil pemeriksaan darah mereka non reaktif. Tapi perlu mendapatkan pemantauan khusus,” terangnya.

SU salah satu dari empat orang ASN yang suhu tubuhnya diatas 37 Celcius mengaku dirinya sama sekali tidak punya riwayat kontak dengan orang terjangkit termasuk juga tidak pernah bepergian ke daerah yang terjangkit. Terlebih lagi jabatannya adalah pengawas sekolah di Dikbud, sehingga berbagai aktifitas dilakukan melalui sistim daring (online).

“Suhu tubuh saya diatas 37 derajat celcius, karena saya sempat begadang semalaman. Mungkin ini dijadikan ukuran tim medis untuk membawanya ke pemeriksaan intensif,” jawabnya.

Sementara itu Rusunawa Labuhan Lombok rencananya tidak akan lagi dijadikan sebaga tempat isolasi pasien yang terpapar Covid19. Puluhan PDP maupun ODP yang selama menjalani isolasi di Rusunawa Labuhan Lombok telah di pindahkan ke RSU Labuhan Haji dan RSUD Selong. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sekda Lotim HM. Juaini Taofik .

” Isolasi tidak akan lagi terpusat di Rusunawa. Melainkan dipindahkan ke RSU Labuhan Haji dan RSUD Selong” Jawab Taofik. (lie)

BACA JUGA :  Rapid Test Positif, Tiga Santri Al - Kautsar Al-Gontory Aikmel Tunggu Hasil Swab