Hasil Autopsi: Kepala Janin Memar, Kaki Patah

Kompol Kadek Adi Budi Astawa(ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Berdasarkan hasil autopsi, mayat janin diduga hasil aborsi dari pasangan KA laki-laki dan AT perempuan asal Cakranegara, Kota Mataram, banyak ditemukan luka memar di sekujur tubuh, bahkan patah kaki.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB, banyak luka memar yang ditemukan pada janin berumur 19 minggu itu. Kemudian salah satu kaki janin patah. “Bagian kepala bayi juga ada ditemukan luka memar, mengalami kekerasan benda-benda tumpul kayaknya itu,” ungkap Kadek Adi, Rabu (30/3).

Seperti diketahui bahwa AT melahirkan di dalam kamar mandi rumahnya di Cakranegara. Saat lagi buang air, terjadi kontraksi dan janinnya keluar. AT yang kebingungan lantas menelepon taksi dan pergi ke Rumah Sakit Kota Mataram, karena ari-ari dan tali pusar masih menempel di rahim.

BACA JUGA :  Pelaku Pembobolan Toko Diringkus

Adanya luka memar tersebut dimungkinkan karena bayinya sempat jatuh. Dan berdasarkan pengakuan dari ibunya sendiri, bahwa tidak pernah melakukan kekerasan terhadap janin tersebut. “Ibunya ini tidak mengakui bahwa telah melakukan kekerasan pada janinnya, tapi berdasarkan hasil autopsi ditemukan luka memar pada janin,” tutur Kadek Adi.

Adapun langkah selanjutnya yang akan dilakukan ialah, terus mendalami kasus ini, baik terhadap AT yang kini masih dalam perawatan serta KA, pacarnya.

BACA JUGA :  Sidang Ayah Pembunuh Anak Kandung, Perilaku Terdakwa Berubah

KA mengaku, terakhir kali berhubungan badan dengan pacarnya, AT pada November 2021. Dan pada akhir pekan lalu, KA diberi tahu oleh AT, bahwa dirinya hamil. KA sendiri mengaku siap bertanggung jawab.

Namun setelah pertemuan itu, KA membelikan AT tiga biji obat dari temannya. Harga obat Rp 60 ribu per biji. Selain mengamankan KA, polisi juga mengamankan teman-teman KA sebanyak tiga orang. Salah satunya bekerja di apotek, untuk identitasnya tidak disebutkan rinci, karena masih dilakukan pendalaman. (cr-sid)