HARUM Rancang Pusat Interaksi Masyarakat Mataram di Udayana

LAND MARK : Rancangan gedung utama Pusat Interaksi Masyarakat Mataram (PIMM) di Jalan Udayana Mataram.

MATARAM – Di masa kepemimpinan mendatang, pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM) ingin mengukuhkan posisi Kota Mataram sebagai pusat jasa, industri kreatif, MICE dan pariwisata.

Karena itulah mereka menggagas sebuah destinasi baru yang dapat menjembatani kebutuhan tersebut. Bentuknya HARUM merancang Pusat Interaksi Masyarakat Mataram (PIMM) di kawasan Udayana.

Calon Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana menjelaskan, sebagai sebuah kota yang terus berkembang. Mataram kedepan ingin mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia untuk kemakmuran warga. Tanpa mengubah fungsi utama RTH Udayana sebagai paru-paru kota. PIMM akan melengkapi kawasan Udayana sebagai ruang kreasi dan interaksi warga.

PIMM akan merevitalisasi Taman Bumi Gora agar lebih fungsional dan sesuai dengan semangat Mataram yang lebih maju dan dinamis. Bentuknya akan ada Pusat Budaya Mataram di Taman Bumi Gora. Sebuah gedung multifungsi bergaya modern dengan bentuk dasar huruf Mim, yang diambil dari huruf Hijaiyah.

Sebuah struktur bambu dipadu padankan untuk mewakili simbol konstruksi lokal. Kawasan ini sengaja didesain terbuka untuk mengakomodir ragam kegiatan seni dan budaya. Mulai dari olahraga, pameran hingga pertunjukan.

“Selain itu tempat ini juga menjadi bagian dari creative hub bagi para pekerja kreatif Mataram,” ujar H Mohan, Senin (9/11).

JEMBATAN PENGHUBUNG: Jembatan penyeberangan ramah lingkungan yang akan menjadi penghubung menuju PIMM di jalan Udayana Mataram.

Sebagai penghubung, PIMM akan dilengkapi jembatan penyebrangan yang dirancang ramah untuk penyandang disabilitas. Jembatan ini melintang dari barat ke timur dengan simbol simbol kuat sebagai penghubung keberagaman suku bangsa dan agama warga Mataram.

Sementara itu bentuk lengkung pada badan jembatan mengambil dasar bentuk lumbung sasak dan dilengkapi dengan ornamen pola tenun sasak sebagai penguat kearifan lokal.

“Tak hanya sebagai jembatan namun ini juga akan menjadi satu land mark baru bagi Mataram yang terbuka terhadap perubahan,” imbuhnya.

Sebagai penunjang kawasan ini akan dilengkapi dengan bazzar dan pusat kuliner. Sebuah komplek dengan pola dasar lumbung modern yang akan menjual aneka makanan khas dan produk unggulan daerah.

Sementara itu jika dilihat dari atas lantai tempat bermain mengambil pola dasar peta pulau Lombok dan Sumbawa yang dimodifikasi dalam bentuk grafis lingkaran. Landskap ini dikombinasikan dengan kombinasi dengan ground fountain yang menunjukkan bentuk jam dengan 12 titik air.

“PIMM ini bukan hanya untuk satu kalang an tapi seluruh warga karena itu seluruh fasilitas dibangun untuk anak-anak, remaja hingga orang tua,” imbuhnya.

Nantinya PIMM Udayana akan menjadi sebuah RTH terpadu dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus sebagai pengelola. Sehingga warga bisa memanfaatkan PIMM tidak hanya untuk interaksi namun juga untuk ragam pertemuan seperti pesta, pelatihan, pameran hingga konser music.
Selain itu PIMM juga diharap menjadi salah satu magnet pariwisata baru yang dapat menarik kunjungan wisatawan.

“Sehingga kedepan PIMM ini akan menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah baru bagi Kota Mataram. Ini penting sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah,” imbuhnya. (gal/adv)