HARUM Perbanyak Rusun untuk Warga Kurang Mampu

SILATURRAHMI : H Mohan Roliskana saat bersilaturrahmi dengan warga Kota Mataram beberapa waktu lalu. (TIM HARUM FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sebagai kota yang terus berkembang Kota Mataram juga dihadapkan dengan persoalan penyediaan perumahan yang layak huni. Terbatasnya lahan tak sebanding dengan tingginya minat warga untuk tinggal dan hidup di Mataram. Warga tak hanya datang dari kabupaten kota lain di NTB namun dari luar daerah.

Karena itu dalam setahun misalnya kebutuhan rumah di Mataram mencapai 27.930 unit rumah.  Jumlah ini hampir sama dengan 20 persen dari jumlah lahan perumahan yang tersedia. Karena itulah butuh solusi komprehansif agar kebutuhan ini dapat teratasi. Kebutuhan warga dapat terjembatani dalam keterbatasan lahan kota.“Salah satu solusinya adalah hunian vertical. Seperti rumah susun untuk warga kurang mampu,” ujar Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

H Mohan menyadari saat ini warga Mataram belum sepenuhnya terbiasa dengan rusun. Warga masih terbiasa dengan rumah tapak yang membutuhan lebih banyak lahan. Namun di tengah keterbatasan lahan perkotaan Rusun dianggap menjadi solusi yang lebih realistis dan terjangkau. “Tugas kita untuk membiasakan. Diantaranya dengan membangun rusun yang lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan warga dan tentu saja dekat dengan sumber mata pencaharian warga yang menempati,” imbuhnya.

Sebagai contoh saat ini Pemkot Mataram tengah menyiapkan Tiga Unit Rusun bagi warga di Bintaro Jaya. Selain untuk warga korban gusuran lahan di Pondok Perasi rusun ini dihajatkan untuk nelayan yang selama ini masih menempati rumah tidak layak huni.“Nantinya selain fasilitas lengkap blok-blok hunian ini akan dekat dengan pantai dan pasar yang menjadi mata pencaharian sebagian besar penghuninya,” sambung H Mohan.

Dalam Perwali Kota Mataram Nomor 21 Tahun 2017 telah diatur peruntukan rumah ini  untuk Penduduk  Mataram yang sudah berkeluarga serta mempunyai penghasilan rendah (MBR). Dalam rencana pola ruang Perubahan RTRW Kota Mataram, Jumlah lahan yang dialokasikan untuk perumahan mencapai 2342,54 ha. Artinya di tahun 2031 nanti lahan pertanian yang akan tersisa 509,5 hektare.

Di samping rumah susun Pemkot Mataram memperkuat koordinasi dengan wilayah-wilayah sekitar yang masuk Kabupaten Lombok Barat. Kawasan hinterland ini merupakan areal sekitar dengan cadangan lahan perumahan yang masih luas. Di sini pemkot mendorong pembangunan unit-unit rumah subsidi. Wilayah ini meliputi kawasan yang kini banyak dihuni warga Mataram seperti Gunung Sari, Lingsar, Labuapi dan Kediri. “Selain itu sejumlah program juga telah dan akan kita lakukan untuk pembenahan rumah kumuh. Salah satunya melalui program KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH). Kedepan program ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari solusi penataan kawasan perkotaan,” sambungnya.

Lomba Kampung Sehat

Untuk mempertahankan wilayah kota yang bebas kumuh Pemkot tak mungkin bisa sendiri. Butuh peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk mau menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Untuk merangsang tumbuhnya partisipasi public kedepan pemkot Mataram akan mengadopsi formula Lomba Kampung Sehat.

Seluruh lingkungan di tingkat kota akan berlomba untuk menjaga kualitas lingkungan dan permukiman. Mulai dari kebersihan, keindahan hingga pemanfaatan ruang-ruang kosong perkampungan menjadi taman-taman mini dan ruang terbuka hijau.

Pada gilirannya lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran warga untuk terlibat menata kampung masing-masing. “Nanti pemenang akan mendapatkan dana pembinaan yang dapat digunakan kembali untuk pengelolaan lingkungan masing-masing. Kemudian Pemkot akan terus memantau dan memberi pembinaan,” imbuhnya. (gal/*)