Hari Terakhir Kampanye NADI Dibanjiri Lautan Manusia

SAMBUT KEMENANGAN : Antusiasme masyarakat KLU mengiringi kemenangan NADI pada 9 Desember 2020.

TANJUNG–Membludaknya iring-iringan masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) di lima kecamatan pada lima hari terakhir kampanye paslon nomor urut 2, Najmul Akhyar-Suardi (NADI) mengejutkan seluruh lapisan masyarakat.

Pasalnya, selama kurun waktu kampanye dari tanggal 26 September sampai 30 November 2020, jumlah masyarakat yang menghadiri kampanye NADI bisa terhitung jari. Namun, siapa sangka di injuri time justru pandangan itu diubah menjadi lautan manusia mengiringi NADI untuk menjemput takdir ilahi sebagai pemimpin periode kedua kalinya di kancah perpolitikan Gumi Tioq Tata Tunaq.

“Memang kami kaget pada injuri time lautan manusia mengiringi kampanye dialogis NADI. Padahal, kami hanya menyiapkan tempat kampanye sesuai ketentuan 50-100 orang. Di luar perkiraan, ketika kami berangkat ke lokasi justru masyarakat KLU tumpah ruah mengiringi langkah kami, dari gunung pun ikut turun tidak bisa terbendung,” ungkap Calon Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar seusai kampanye dialogis terakhir di Kecamatan Tanjung, Sabtu (5/12/2020).

Lautan manusia yang mengiringi itu tentu memberikan spirit optimisme kemenangan kepada NADI. Di injuri time itu menunjukan hasil kinerja seluruh lapisan tim pemenangan dan keinginan masyarakat KLU agar NADI melanjutkan pembangunan KLU kedepannya.

“Sebagian masyarakat di lima kecamatan memindahkan pilihannya ke NADI. Sehingga mereka pun turun mengiringi. Jika kami design tentu kami sudah mempersiapkan lebih awal tempat lebih luas, tapi nyatanya di lapangan kami hanya mempersiapkan kampanye sesuai jumlah yang diatur,” terangnya.

Dukungan masyarakat semakin meluas ketika pasca debat perdana, dimana NADI selalu menunjukan fakta dan data dalam sisi debat, bukan sebaliknya menuding tanpa data dan fakta.

Secara perlahan-lahan masyarakat berbalik arah mendukung NADI. Karena penilaian masyarakat NADI menerapkan politik santun, menerapkan pendidikan politik, dan berbicara dengan fakta dan data. Begitu juga, pada swing voters (pemilih mengambang) pada injuri time sudah berani menunjukan diri di sepanjang jalan, dan sebagian juga ikut turun mengiringi kemenangan tersebut.

“Meskipun awalnya NADI dinilai rendah hasil survei, tapi sekarang Alhamdulillah sudah menunjukkan perubahan signifikan semakin melonjak, tinggal kita kawal hingga ke TPS untuk mencoblos nomor 2,” imbuhnya.

Setelah berakhir masa kampanye, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap memanjatkan zikir dan do’a sebagai bentuk penyempurnaan ikhtiar.

Ia juga meminta maaf kepada seluruh lapisan tim pemenangan dan lapisan masyarakat jika selama proses kampanye dilakukan NADI ada yang kurang berkenan. Oleh karena itu, silahkan masyarakat datang ke TPS untuk menentukan pilihan pemimpin KLU ke depan. “Silahkan banjiri TPS pada 9 Desember,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Relawan NADI, Endri Susanto mengungkapkan, selama kampanye lima hari terakhir membuat tim pemenangan relawan kaget melihat antusiasme masyarakat, karena dirinya sempat pesimis selama proses kampanye sebelum lima hari terakhir dicuekin dan tidak ada satupun masyarakat menunjukan salam dua jari meskipun iring-iringan kampanye. Justru betapa kagetnya sepanjang masyarakat KLU lewati selama hari terakhir memberikan salam dua jari kepada tim pemenangan yang melintas.

“Artinya, masyarakat pada injuri time sudah menunjukan secara nyata kepada NADI, sehingga target kemenangan bisa melampui target. Hal ini juga menunjukan masyarakat KLU cerdas dalam melihat situasi,” ungkapnya.

Tim Koalisi Paslon NADI, Junaidi Arif menegaskan, perkembangan Pilkada KLU sudah mengarah pada pemilih cerdas, mereka bisa menentukan mana yang layak menjadi pemimpin KLU kedepannya.

Sebab, mereka mendapatkan pendidikan politik, ilmu-ilmu pemerintahan, politik santun ciri khas budaya KLU mempolong merenten, sehingga membuat masyarakat semakin yakin dengan kepemimpinan Najmul untuk dilanjutkan kembali.

“Dan saya sendiri meyakini target kemenangan NADI melonjak drastis,” tegas Ketua DPW PBB NTB ini sekaligus Anggota DPRD NTB dua periode ini. (flo/*)