Hari Pertama Kejurnas, NTB Raih 2 Medali

Atletik NTB Raih 2 Medali
MEDALI: Ketua Kontingen Atletik NTB, Kapten Muhdar, pose bersama para peraih medali, termasuk Nanang Fahmi, setelah diberikan medali emas diajang Kejurnas yang berlangsung di Jakarta, Rabu (6/12). (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Hari pertama ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik yang berlangsung di Jakarta, Rabu kemarin (6/12), Kontingen Atletik NTB atas nama Nanang Fahmi dan Ridwan, berhasil mempersembahkan 2 medali.

Nanang Fahmi berhasil mengamankan medali emas di nomor Tolak Peluru, dengan tolakan sejauh 14,83 meter. Sedangkan Ridwan berhasil meraih medali perak di nomor 5000 meter, dengan catatan waktu 14,53 menit.

BACA JUGA :  40 Pilot Paralayang Asing Ikuti Mantar Paragliding XC Open

Setelah Nanang Fahmi yang berhasil mengamankan medali emas di nomor Tolak Peluru dengan tolakan sejauh 14,83 meter. Untuk nomor yang sama, medali perak diraih oleh atlit asal Jawa Tengah atas nama Yuaris Dianto, dengan tolakan sejauh 14,46 meter. Baru kemudian disusul peraih medali perunggu adalah atlet asal Sumatera Utara, atas nama M. Sahril, dengan tolakan sejauh 12,60 meter.

Ketua Kontingen Atletik NTB, Kapten Muhdar, mengatakan pihaknya bersyukur bahwa di hari pertama Kejurnas, atlitnya sudah mampu memberikan prestasi untuk NTB. “Alhamdullah 1 meali emas dan 1 perak kita dapatkan di hari pertama,” ungkapnya saat dihubungi Radar Lombok, melalui sambungan telepon, Rabu kamarin (6/12).

Dikatakan lebih lanjut, hasil yang diraih ini tentu berkat kerja keras atlit, pelatih maupun panitia Pelatda Mayung, yang selalu memberikan support kepada para atlit Atletik yang berangkat diajang tersebut. “Prestasi yang telah didapatkan tidak lain karena kerja keras mereka yang berlatih selama menjalani Pelatda Mayung,” ujar Muhdar.

Namun demikian, pihaknya juga tidak menampik kalau melihat hasil, maka prestasi yang diraih saat ini ada yang menurun, dan juga meningkat. “Kita akui kalau melihat data prestasi atlit kita di nomor Tolak Peluru memang menurun. Sedangkan di nomor 5000 justeru ada peningkatan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sirkuit Wisata Olahraga LIA MGC Segera Dibangun

Untuk diketahui, prestasi terbaik Nanang Fahmi untuk Tolak Peluru adalah tolakan sejauh 15,60 meter. Sedangkan yang didapatkan di Kejurnas kali ini, meskipun berhasil mendapatkan medali emas, justeru hanya sejauh 14,83 meter.

Sedangkan untuk prestasi Ridwan, justeru meningkat, dari sebelumnya prestasi terbaiknya untuk nomor 5000 meter selama 14,57 menit. Namun dalam Kejurnas justeru berhasil mencatatkan waktu sebanyak 14,53 menit.

Karena itu, prestasi dari awal sampai hari ini tetap akan di evaluasi. Karena meskipun berhasil meraih medali emas, namun kalau dilihat catatan prestasi ada yang harus ditingkatkan, tentu akan lebih baik lagi. Karena sejatinya Kejurnas ini tidak lain untuk mengukur catatan prestasi selama menjalani latihan. “Ajang ini sejatinya untuk evaluasi, dan melihat catatan prestasi semua atlet yang menghuni Pelatda Mayung,” beber Muhdar.

Terpisah, Pelatih Subagio mengatakan, bahwa dalam Kejurnas ini pihaknya tidak berani menargetkan 6 medali emas. Pasalnya, banyak banyak atlet yang tidak efektif latihan karena berbagai kesibukan.

“Saya ragu di nomor 100 meter, 200 meter, dan 4×100 meter. Karena kemarin mereka tidak efektif latihan, sehingga saya tidak berani menargetkan medali emas,” ujarnya.

Untuk itu, dari 18 atlet yang berangkat, pihaknya hanya mematok target minimal bisa meraih 4 medali emas di ajang yang cukup bergengsi ini. Terbukti baru satu medali emas didapatkan di nomor tolak peluru. “Insha Allah kalau 4 medali emas bisa kita raih,” yakinnya. (cr-adi)