Hari Ini SMPN 2 Gunung Sari Dieksekusi

SMPN 2 Gunung Sari
RAPAT: Pihak sekolah, bersama Camat Gunung Sari dan wali murid melakukan rapat untuk menyikapi pelaksanaan eksekusi SMPN 2 Gunung Sari, hari ini. (FAHMY/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG — Perjalanan panjang kasus sengketa lahan SMPN 2 Gunung Sari antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), dengan ahli waris segera berakhir, dengan akan dilakukannya eksekusi lahan SMPN 2 Gunung Sari oleh Pengadilan Negeri Mataram. Rencananya Kamis hari ini (14/2), eksekusi akan dilakukan.

Terkait akan dilakukannya tindakan ekskusi ini, ratusan wali murid dan pihak guru berupaya untuk mencegah terjadinya eksekusi. Karena kalau eksekusi dilakukan, maka ada ratusan siswa SMPN 2 Gunung Sari yang menjadi korban. Karena mereka nantinya tidak lagi memiliki tempat untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA: SMPN 2 Gunung Sari akan Dieksekusi, Pemda “Menyerah”

Meskipun Pemda Lobar telah berjanji akan melakukan relokasi terhadap keberadaan para pelajar, yang nantinya akan digabungkan dengan sekolah terdekat. Terkait itu, wali murid, guru dan komite sekolah, Rabu kemarin (13/2), melakukan pertemuan di Aula SMPN 2 Gunung Sari, yang dihadiri juga oleh Camat Gunung Sari.

Kepala Sekolah SMPN 2 Gunung Sari, Sahrullah menjelaskan kepada masyarakat bahwa sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung (MA), lahan tempat berdirinya sekolah ini secara hukum sudah menjadi milik ahli waris. “Sesuai putusan MA, sekolah ini  bukan milik Pemda lagi, melainkan menjadi hak milik penggugat,” jelasnya.

Dengan adanya putusan MA tersebut, maka proses eksekusi akan dilakukan besok (hari ini). Tetapi dari hasil komunikasi yang sudah dilakukan, meskipun akan di esksekusi secara formal, namun sekolah ini tidak akan ditutup. Melainkan pihak sekolah masih diberikan kesempatan menggunakan sekolah ini sampai tanggal 30  Juni 2019. “Besok sekolah ini akan di eksekusi formal. Namun sekolah tetap bisa dimanfaatkan sampai bulan Juni,” jelasnya.

Walaupun sekolah ini nantinya di eksekusi, lanjut Sahrullah, sekolah yang sudah 23 tahun berdiri, dan alumninya sudah tersebar dimana-mana ini akan tetap eksis. Sekolah ini tidak mungkin akan dibubarkan. Solusi yang ditawarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, untuk sementara  aktivitas sekolah akan digabungkan dengan SMP 1 Gunung Sari, dengan cara masuk pada siang hari.

Namun tawaran dari Dikbud ini setelah dilakukan rapat dengan komite sekolah, dan beberapa perwakilan wali murid, sebagaian besar tidak setuju jika harus numpang di sekolah lain. “Kita tidak setuju kalau numpang di sekolah lain, apalagi masuk siang hari,” ujarnya.

Pihak sekolah juga berharap agar proses eksekusi tidak dilakukan pada pagi hari, saat siswa sedang belajar. Alasannya, agar tidak merusak mental para siswa. Untuk itu, pihak pengadilan juga setuju eksekusi akan dilakukan pada siang hari, setelah para siswa pulang dari sekolah.

Sementara Camat Gunung Sari, M Mudasir menambahkan, putusan MA tersebut memang sudah final. Untuk relokasi sekolah ini, pihaknya mengusulkan akan dipindahkan ke bekas bangunan Puskesmas, yang aktifitasnya akan pindah ke bangunan baru. “Maret (Puskesmas) akan beroperasi. Kita usulkan bisa pindah ke bekas gedung Puskesmas,” ujarnya.

Memang akan sedikit memberatkan para orang tua, jika sekolah ini numpang ke SMP 1 Gunung Sari, karena lokasinya yang jauh, tentu akan menambah ongkos bagi para orang tua dan siswa. Kalau mereka pindah ke bekas Puskesmas, lokasinya tidak terlalu jauh.

Sementara para wali murid sendiri berharap sekolah jangan sampai di eksekusi, karena mereka tidak ingin melihat anak mereka terlantar karena harus sekolah di wilayah yang lebih jauh. Sebab, kalau sampai masuk siang, kasian para siswa yang kebanyakan tinggal di wilayah yang cukup jauh, bahkan berada di atas bukit. “Kalau bisa jangan sampai pindah,” harap salah satu wali murid, I Made Gunung.

Tetapi kalau memang sudah tidak ada jalan lagi lanjutnya, lebih baik kegiatan belajar mengajar siswa dipindahkan ke bekas gedung Puskesmas yang lebih dekat, dari pada sekolah yang lebih jauh. Pihaknya juga akan berusaha memberikan pengertian kepada anaknya, agar tidak merasa tertekan mentalnya, karena sekolahnya akan di eksekusi. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut