Hari Ini, Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi di NTB

Caleg Gerindra Terpilih Dimintai Sumbangan Sukarela

Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi
Rapat jajaran pengurus Partai Gerindra di rumah HBK, Kawasan Senggigi, Lombok Barat, mempersiapkan deklarasi kemenangan Prabowo-Sandiaga. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM — Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono (HBK) menginstruksikan kepada segenap jajaran Partai Gerindra NTB untuk mendeklarasikan kemenangan Prabowo-Sandi di NTB. Deklarasi rencananya digelar di Hotel Lombok Astoria Mataram hari ini (15/5).

Instruksi HBK disampaikan langsung dalam rapat terbatas dengan sejumlah Pengurus DPD Partai Gerindra NTB, caleg maupun Tim Pemenangan HBK di rumah HBK, Kawasan Senggigi, Lombok Barat, beberapa waktu lalu.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua DPD Partai Gerindra NTB H. Ridwan Hidayat, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB Ali Ustman Ahim, Ketua OKK Partai Gerindra NTB Havid Hasan, Caleg DPRD NTB terpilih Nauvar Furqoni Farinduan, serta Tim Pemenangan HBK Budi Syahbudin, Abdul Rajab, dan Lahmudin Blank.

BACA JUGA: Komnas HAM Selidiki Kematian Ratusan Petugas KPPS

Terkait deklarasi ini, HBK secara khusus meminta kepada Ketua OKK Partai Gerindra mengorganisir dan menghubungi caleg Gerindra terpilih se-NTB untuk bergotong royong menyukseskan acara deklarasi ini. “Saya mau lihat bagaimana kekompakan dan keberpihakan mereka dalam membesarkan partai ini dengan memberikan sumbangan sukarela untuk mendukung acara deklarasi ini,” ungkap HBK sembari meminta agar besaran donasi Caleg Gerindra terpilih tersebut berbeda besarannya sesuai tingkatannya masing-masing.

Selain itu, HBK secara khusus  meminta agar aktivis dan kader-kader  Gerindra Masa Depan (GMD) lebih diperhatikan oleh partai untuk menunjang kegiatan-kegiatannya. “Adik-adik GMD itu loyalitas, kinerja dan dedikasinya sangat luar biasa dalam mem-backup kegiatan Partai Gerindra selama ini. Untuk itu perlu disiapkan anggaran khusus untuk menunjang kegiatan GMD oleh partai,” tegas HBK.

Sebelum rapat terbatas dimulai, HBK mendengarkan langsung laporan dari jajaran pengurus DPD Partai Gerindra NTB terkait pemilu serentak baik pilpres maupun pileg di NTB.

Dalam paparannya, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat maupun Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Ustman Ahim mengakui masih banyak kelemahan di internal Partai Gerindra NTB dalam mengawal proses elektoral pemilu serentak ini, utamanya masalah komitmen dan kedisiplinan para saksi yang ada di TPS. “Harus diakui persaingan pileg di internal Partai Gerindra sangat kuat, belum lagi gesekan sesama Caleg Gerindra yang justru dijadikan cara saling mematikan atau menjatuhkan bukannya bekerja sama untuk membesarkan suara partai,” kata Sekretaris Partai Gerindra NTB Ali Ustman Ahim.

Setelah mendengarkan paparan dari jajaran pengurus DPD Partai Gerindra, HBK mengatakan bahwa ke depan Partai Gerindra harus menjadi partai modern, yaitu partai yang hidup, kompak dan disiplin. Untuk itu penataan manajemen organisasi Partai Gerindra se-NTB harus ditata ulang, termasuk melakukan penguatan dan pembenahan struktur partai baik dari tingkat ranting sampai dengan jajaran pengurus di atasnya. “Para pensiunan TNI (purnawirawan) perlu dilibatkan dalam kepengurusan Partai Gerindra di semua tingkatan, di samping memberikan kesempatan kepada kader-kader muda potensial,” saran HBK.

BACA JUGA: Dikalahkan Evi, Farouk Persoalkan Foto

Selanjutnya HBK juga mengkritik keras pelibatan saksi-saksi TPS selama pelaksanaan pemilu. Saksi yang dikoordinir para caleg tersebut justru banyak yang  menghambat dan menahan dokumen C1 maupun DA-1 dengan berbagai alasan yang bernuansa pribadi. “Saya sudah membuat sistem tabulasi data dengan sistem yang sangat up to date, tapi tidak berjalan secara maksimal karena dokumen C1 nya banyak ditahan caleg ataupun saksi-saksinya. Akibatnya akses dan input perolehan suara di setiap TPS menjadi terganggu,” kata HBK dengan nada tinggi.

Ke depan, lanjut HBK, para caleg tidak pernah akan diberi kewenangan dan kekuasaan untuk memilih dan menentukan saksi-saksinya. Harus ada badan independen dan profesional untuk menangani. Dengan metode ini, diharapkan para caleg akan berkonsentrasi penuh kepada kerja-kerja pemenangan, karena para saksi akan menjadi milik semua caleg sehingga tidak terjadi lagi para caleg ini hanya memikirkan dirinya sendiri, bukan kepentingan partai. “Saksi akan ditangani tersendiri oleh partai dan tidak boleh berafiliasi dengan salah satu caleg. Untuk kebutuhan data C1 maupun DA-1, biar nanti partai yang akan mendistribusikannya kepada masing-masing caleg secara adil dan transparan,” jelas HBK.

Sementara itu, terkait acara deklarasi pemenangan Prabowo-Sandi, HBK minta agar seluruh caleg terpilih Partai Gerindra se-NTB bisa hadir tanpa terkecuali. Selain itu, para Ketua dan Sekretaris DPC Partai Gerindra se-NTB juga wajib hadir. “Pimpinan Partai Koalisi Adil Makmur, para GMD,  para Relawan 02, para awak media dan lain-lain juga perlu diundang hadir.

BACA JUGA: Isvie Satu-satunya Perempuan Lolos ke DPRD NTB

Selain itu, perlu dibuat Banner dan spanduk ucapan terima kasih kepada segenap masyarakat NTB yang telah mendukung dan memenangkan Prabowo-Sandi dengan angka yang spektakuler yang berdasarkan Data DC-1 PPWP NTB Paslon 01: 951.242 (32,1 persen) dan Paslon 02: 2.011.319  (67,8 persen). “Kita bangga dan berterima kasih dengan masyarakat NTB yang telah menggunakan hak pilihnya dengan memilih pasangan Prabowo-Sandi sebagai pimpinan pilihan mereka. Mudah-mudahan Pak Prabowo akan mampu menjawab dan memperjuangkan harapan warga NTB yang menginginkan perubahan di kepemimpinan negeri ini lima tahun ke depan,” tutup HBK dengan nada optimis. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid