Harga Tinggi, Petani Cabai Justru Rugi

RUGI : Tanaman cabai milik petani Sahrin di Dusun Repok Beremi Desa Lembar Kecamatan Lembar mengalami gagal panen (Zul/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Saat harga cabai melambung tinggi, petani cabai seharusnya untung. Nyata berbeda, petani justu rugi.

Salah satu petani cabai yang tidak merasakan “berkah” kenaikan harga cabai adalah Sahrin, petani Dusun Repok Beremi Desa Lembar Kecamatan Lembar. Ia tau harga cabai mencapai lebih dari Rp 100 ribu per kilogram. Di dua petak sawahnya, tanaman cabainya membusuk karena hama dan intensitas hujan yang tinggi.

Sahrin sendiri mengaku tidak tahu bagaimana caranya mengatasi hama yang menyerang. Apalagi pihak Dinas Pertanian belum ada yang turun memberikan penyuluhan. Dari kejadian gagal panen ini, ia rugi jutaan rupian. “Jadi kita hanya bisa jual sekitar Rp 15 ribu per kilo,” ungkapnya saat ditemui kemarin.

[postingan number=3 tag=”cabai”]

Ia menghitung harga cabainya tidak bisa mengganti modal tanam. “Kalau kita hitung-hitung tidak cukup buat balikkan modal. Belum untuk biaya bibit, plastik, upah nanam. Ya rugi besar,” terangnya.

Sahrin bersama petani lainnya berharap Dinas Pertanian turun membantu mengurangi kerugian petani. Selain juga untuk mengajarkan petani bagaimana mengatasi serangan hama serta mengakali kondisi hujan yang terus-menerus sehingga gagal panen bisa dihindari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari pihak Dinas Pertanian Lombok Barat.(zul)