Harga Murah, Cabai Impor Masih Jadi Primadona

CABAI : Cabai asal India masih mengalahkan cabai lokal di Pasar Induk Mandalika karena harganya yang lebih murah (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM– Cabai impor di sejumlah pasar di Kota Mataram terutama di Pasar Induk Mandalika masih menjadi primadona. Cabai asal India masih menjadi primadona karena harganya yang lebih murah dibandingkan cabai lokal.

Kemarin, cabai impor dan bawang putih impor masih mendominasi di Pasar Mandalika.

Salah satu pedagang setempat, Hj. Laraswati mengatakan, cabai impor yang dijualnya didatangkan dari luar daerah karena harga cabai lokal masih mahal dan sulit didapat.”Ini cabai India. Harganya lebih murah dari cabai biasa,”terangnya.

Harga jualnya jauh lebih murah dibandingkan dengan cabai lokal. Per kilogram dijual dengan harga Rp 32 ribu. Sementara cabai lokal berkisar diantara Rp 40 sampai Rp 50 ribu per kilogram.

Karena peminatnya yang banyak, dalam satu hari Laras bisa menjual 1 sampai 2 kuintal cabai India dalam kondisi pasar yang sedang ramai. Tetapi kalau dalam kondisi pasar sepi pembeli, paling banyak yang laku terjual sampai 50 kilogram.

Selain cabai, bawang putih juga didatangkan dari luar seperti dari Surabaya. Bawang Lombok dengan bawang impor perbedaaan harganya pun cukup tinggi. Bawang impor dijual dengan harga Rp 35 ribu per kilogram.

Pedagang lainnya, Rohaniah mengatakan, cabai impor mempengaruhi jumlah penjualan. Masyarakat ogah membeli cabai lokal karena harganya lebih mahal.” Harga cabai masih mahal, kalah sama cabai luar,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, cabai impor seperti cabai India dan bawang putih impor tidak akan terlalu mempengaruhi keberadaan cabai lokal. Cabai India tersebut sudah ada pangsa pasarnya sendiri seperti rumah makan dan tempat-tempat usaha lainnya. “Keberadaan cabai impor tidak akan memberikan dampak yang terlalu besar terhadap cabai lokal,” tegasnya.

Ia pun memperkirakan nanti kalau stok cabai sudah aman di Mataram atau di Pulau Lombok pada umumnya, dengan sendirinya pedagang akan berhenti menjual cabai impor. Sekarang ini stok cabai lokal belum 100 persen tersedia sehingga pedagang mengambil spekulasi dari pada tidak ada cabai yang dijual, maka didatangkan cabai impor.” Kita akan terus pantau keberadaan kebutuhan masyarakat agat tetap tersedia,” imbuhnya.(ami)

BACA JUGA :  Harga Cabai Gila, Tembus Rp 100 Ribu