Harga Jutaan Per Kilogram, Vanili KLU Menjanjikan

MENJANJIKAN: Komoditi vanili di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga menjanjikan. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Areal tanam vanili di Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini masih menyebar di 19 desa dari 43 desa yang ada. Areal tanam terluas itu terdapat di wilayah Kecamatan Bayan, menyusul Kayangan dan Gangga. Karena lokasi tanam vanili berada di dataran tinggi dengan suhu rendah.

“Areal tanaman vanili masih tersebar, penyebaran terbesar itu di tiga kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi kepada Radar Lombok, Kamis (30/9).

Adapun lokasi tanam vanili di antaranya Pemenang Barat satu titik dengan 160 tegakan, Tegal Maja 40 titik dengan 10.305 tegakan, Rempek Darussalam 9 titik dengan 8.850 tegakan, Rempek 4 titik dengan 1.145 tegakan, Salut 5 titik dengan 2.000 tegakan, Gondang 4 titik dengan 1.705 tegakan, Pemenang Timur satu titik dengan 160 tegakan, Genggelang 12 titik dengan 4.726 tegakan.

BACA JUGA :  Konsep Pembangunan Gili Tunggu Revisi Perda RTRW

Selanjutnya, Sambik Elen 3 titik dengan 1.197 tegakan, Loloan 6 titik dengan 4.918 tegakan, Bayan 4 titik dengan 9.186 tegakan, Senaru 2 titik dengan 1.377 tegakan, Batu Rakit 2 titik dengan 900 tegakan, Andalan 2 titik dengan 630 tegakan, Gunjan Sari 3 titik dengan 1.250 tegakan, Santong 17 titik dengan 9.120 tegakan, Pansor 8 titik dengan 1.760 tegakan, Gumantar 30 titik dengan 20.000 tegakan, Selengen 20 titik dengan 4.270 tegakan. “Luas tanaman vanili baru 42,55 hektare,” jelasnya.

Jika melihat kualitas vanili di KLU, diakui bagus sehingga banyak pengepul yang datang untuk mengekspor ke luar negeri. Petani menjual basah dan kering. Untuk harga basah sekitar Rp 120 ribu per kg. Sedangkan vanili organik kering kelas 1 seharga Rp 2,2 juta per kg, asalan Rp 1,75 juta per kg, dan non-organik kelas 1 Rp 1,8 juta per kg, asalan Rp 1,55 juta. “Kalau kering mahal,” terangnya.

BACA JUGA :  Rangkaian Lomba dan Hiburan akan Meriahkan HUT KLU

Harga komoditi memang mahal karena manfaatnya yang juga berkualitas. Vanili menjadi bahan dasar untuk penyedap makanan, kemudian bemanfaat untuk kesehatan, misalnya mengurangi kadar kolestrol darah, mengurangi risiko penyakit jantung, menghilangkan jerawat dan lainnya. Karena itu, ke depan komoditas vanili akan terus dikembangkan, karena pangsa pasar ekspor dan harganya juga tinggi.

“Kami akan melakukan pendampingan kepada kelompok tani dan ke depannya akan memberikan bantuan bibit, saprodi dan lainnya. Kami akan targetkan areal tanam tanam tahun depan mencapai 500 hektare,” tegasnya. (flo)