Harga Garam Turun, Petani Mengeluh

Harga Garam Turun, Petani Mengeluh
PETANI GARAM: Tampak salah sat petani garam di Lotim sedang bekerja mengumpulkan kristal-kristal garam di tambaknya. (DOK/RADAR LOMBOK)

SELONG — Harga garam yang beberapa bulan lalu sempat mengalami lonjakan harga cukup tinggi, ketika harga mulai normal dan cenderung mengalami penurunan. Hal itu membuat para petani garam mengeluh, karena pendapatannya otomatis menjadi berkurang.

“Kalau sebelumnya harga per karung diambil dilokasi itu bisa tembus harga Rp 400 ribu. Tapi bulan ini sudah mulai turun sampai harga Rp 150 ribu saja,“ keluh Mardan, salah seorang warga asal Desa Telaga Bagik, Kecamatan Keruak, Lotim, Kamis kemarin (14/9).

Kondisi harga garam yang turun ini pun seolah menghapus senyum para petani garam. Setelah sebelumnya mereka bisa mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi. Per dua bulan, petani garam ini mengaku panen tiga kali. Dimana masing-masing bisa menghasilkan sekarung garam, dan hasil penjualan garam nantinya dibagi dua dengan pemilik tambak garam. “Saya menggarap enam tambak garam, dengan hasil mencapai 18 karung per dua bulan, yang dibagi dua dengan pemilik lahan tambak,” jelasnya.

Dengan harga garam yang saat ini berkisar Rp 150 ribu per karung lanjut Mardan, otomatis sekarang dia hanya mampu mengantongi penghasilan sekitar Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu per bulan. Meski dirasakan tidak cukup, penghasilan sebesar ini pun mau tidak mau harus diterima.

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid