Harga Elpji Non Subsidi Resmi Naik, Ini Harga yang Berlaku di Lombok

PT Pertamina menaikkan harga elpiji non subsidi yang mulai berlaku sejak 27 Februari 2022.(ist)

MATARAM— Harga elpiji non subsidi resmi naik. PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga elpiji non subsidi. Ketentuan ini berlaku mulai tanggal 27 Februari 2022. Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting menjelaskan, penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.

Harga elpiji non subsidi yang berlaku saat ini sekitar Rp 15.500 per kilogram (kg). Harga ini naik Rp 2 ribu/ kg dari harga sebelumnya yang ditetapkan pada Desember 2021.

BACA JUGA :  Kadin NTB Tolak Kenaikan PPN 11 Persen

Dikutip dari website Pertamina.com, harga jual elpiji non subsidi untuk rumah tangga di tingkat agen di luar radius 60 km dari lokasi Filling Plant adalah harga jual di tingkat agen ditambah dengan biaya angkutan / ongkos kirim.

Untuk wilayah NTB khususnya Lombok, harga elpiji non subsidi di tingkat agen yakni untuk bright gas 5,5 kg sebesar Rp 88 ribu dan bright gas 12 kg/ elpiji 12 kg dengan harga Rp 187 ribu.

BACA JUGA :  Posko THR Terima 14 Pengaduan, dari THR Hingga Tidak Digaji

Selain di Lombok, harga serupa juga berlaku di wilayah DKI Jakarta Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah, meliputi Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Cianjur, Garut, Indramayu, Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, Boyolali, Cilacap, Demak, Kudus, Pemalang, Semarang, Solo, dan Tegal.
Selanjutnya Bantul dan Sleman DIY Yogyakarta. Begitu pun di Jawa Timur meliputi Banyuwangi, Gresik, Kediri, Malang, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya dan Tulungagung.(rl)