Harga Daging Ayam Makin Berkokok

Stok Merosot karena Harga Pakan Mahal

Harga Daging Ayama
MAHAL: Harga daging ayam dan telur naik drastis di pasaran sejak dua pekan ini. Tampak salah seorang pedagang di Pasar Mandalika Sweta sedang transaksi menjual stok lama dengan harga tinggi. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Harga kebutuhan bahan makanan pokok makin gila di pasaran. Kenaikan harga ini silih berganti antara satu bahan dengan bahan lainnya.

Sejak sepekan ini, giliran harga daging ayam melambung tinggi. Harganya bahkan setiap hari makin berkokok menantang pembeli. Namun, nyali konsumen daging ayam makin ciut. Mereka tak berani membeli karena harganya tembus Rp 70-an ribu per kilogramnya.

Alasan itu praktis membuat pedagang daging ayam terpaksa melipat sementara meja jualannya. Mereka tak berani menggelar lantaran pembelinya semakin menjauh. Alasan pedagang tak berani menjual daging ini juga disebabkan stok ayam yang merosot drastis. Jika pun ada yang menjual, maka itu adalah stok lama.

Seperti kondisi yang terjadi di pasar induk Mandalika Sweta akhir pekan lalu. Nyaris semua pedagang ayam tak ada yang berjualan. Sebagian dari mereka yang masih berjualan mengaku, barang mereka merupakan stok lama. ‘’Stok ayam berkurang, makanya pedagang yang lain libur jualan karena tidak ada ayam yang datang. Sekilonya sekarang Rp 70 ribu, semakin naik harganya. Modal kita saja Rp 55.000 dikasih bos,” tutur Khairunnisa, salah seorang pedagang ayam di Pasar Mandalika Sweta, Sabtu (21/7).

Ayam yang dijualnya, beber Khairunnisa, didapatkan dari Bali. Karena stok di tempat biasanya mengambil sedang kosong. Ia pun mendapatkan jatah banyak dari distributor tempatnya karena harus berbagi dengan pedagang ayam lainnya. ‘’Kata bos sih, Selasa atau Rabu ayamnya ada lagi. Cuma hari ini memang lagi kosong stoknya. Ini aja ayam dari Bali,’’ bebernya.

BACA JUGA: Jagung Mulai Dongkrak Nilai Ekspor NTB

Ditimpali Putri, salah satu pedagang lainnya di Pasar Mandalika mengatakan, stok dari distributor tengah berkurang sejak Jumat lalu. Jika pun ada daging ayam yang dijualnya, itu merupakan stok lama dan hanya beberapa ekor saja. Kenaikan harga ayam telah terjadi sejak awal pekan lalu. Kondisi seperti ini menjadikan pembeli sepi dan banyak mengeluh. ‘’Sudah naik lagi dia harganya, sekilo Rp 65.000. Semakin sepi dan pembeli juga semakin mengeluh, karena harganya makin naik,’’ timpal Putri.

1
2
3
4
5
6
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut