Harga Cabai Sudah Tembus Rp 100 Ribu Per Kg

HARGA NAIK : Salah satu pedagang cabai di pasar induk Mandalika masih mengandalkan cabai lokal pasokan petani dari Lombok Timur untk dijual, meski dengan harga mahal. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Minimnya pasokan cabai di sejumlah pasar tradisional di NTB membuat harga semakin tak terbendung naik tinggi. kenaikan harga cabai ini sudah mulai sejak Desember dan terus merangkak naik. Bahkan kini, harga cabai di pasar tradisional sudah tembus diangka Rp 100 ribu lebih.

Seperti yang dialami sejumlah pedagang di Pasar Cakranegara, harga jual cabai kepada konsumen sudah diangka Rp 100 ribu. Bahkan harga itu bisa lebih tinggi lagi, kepada pembeli ecer yang membeli kurang dari 1 kilogram (kg).

“Kalau beli ecer jualnya Rp100 ribu, bahkan lebih. Karena susutnya banyak, naik harganya sejak musim hujan ini,” kata Munimah, Kamis (28/1).

Kenaikan ini terjadi dikarenakan hasil panen petani yang berkurang. Apalagi disusul dengan musim hujan yang berkepanjangan, sehingga membuat sejumlah hasil panen cabai menjadi cepat busuk. Selain itu, produk petani juga terbatas, karena musim hujan seperti sekarang ini, tanaman petani cepat rusak, sehingga produksi berkurang. Untuk mengatasi harga yang tinggi tersebut, pedagang juga melakukan beberapa siasat, yakni mengurangi pembelian pada pengepul.

“Lagi mahal begini harganya kita beli sedikit, supaya cepat habis dan tidak cepat busuk. Kalau busuk kita yang rugi,” tuturnya.

Terpisah, pedagang Cabai di Pasar Induk Mandalika Hilman mengatakan, harga  cabai saat ini memang cukup tinggi. Untuk cabai lokal berkisaran diharga Rp 80 ribu lebih dan untuk cabai Jawa Rp 70 ribu lebih. Sehingga lebih banyak orang membeli cabai Jawa dibandingkan lokal, karena ada selisih harga.

“Cabai lokal itu sekitaran harganya Rp 80 ribu, kalau yang cabai Jawa itu Rp 70 ribu, lebih murah dari pada cabai lokal,” sebutnya.

Dikatakan, karena harganya yang tinggi pembeli mengurangi pembelian. Bahkan banyak yang beralih membeli cabai kering dibandingkan dengan cabai segar.

“Harga cabai segar tinggi jadi orang banyak yang beralih beli cabai kering,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Induk Mandalika H Ismail menerangkan untuk harga cabai rawit di pengepul saat ini masih berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu lebih.

“Yang ambil cabai dari sini itu dari Pasar Kebon Roek atau Pasar Cakranegara dan banyak lagi lainnya,” katanya.

Diterangkan, harga cabai tersebut diperkirakan akan turun jika ada kiriman cabai dari Jawa telah masuk. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima pihaknya dari Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB kiriman cabai dari jawa telah sampai di asosiasi cabai.

“Terakhir dikabari begitu, tapi kita tanya ke pedagang mereka masih mengambil dari Lombok Timur. Tapi setelah kita keliling di sini belum ada yang mengambil dari kiriman cabai Jawa,” imbuhnya. (dev)