Harga BBM Naik, Penjualan Motor Listrik Meningkat

MOTOR LISTRIK : Owner Dealer Motor Listrik Gesits Setiawan saat mencoba motor listrik di Dealer Cabang Bertais, Kota Mataram.( RATNA / RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pengguna sepeda motor listrik dilaporkan semakin meningkat setelah Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Hal ini menjadi angin segar bagi penjualan motor listrik di Kota Mataram.

Owner Dealer Motor Listrik Gesit Setiawan mengatakan dampak kenaikan harga BBM, membuat animo masyarakat untuk menggunakan motor listrik semakin banyak. Terbukti dari penjualan motor listrik miliknya naik hingga 50-70 persen. Dibanding penjualan sebelum harga BBM naik yang hanya 2-3 unit per bulan.

“Sangat berdampak kenaikan BBM, saya bisa bilang permintaan sepeda motor listrik naik 50 hingga 70 persen dari sebelumnya. Ini terlihat dari kenaikan BBM Jumat (3/9) satu unit langsung laku setelah itu banyak customer datang lagi setiap hari ke dealer,” ungkap Setiawan kepada Radar Lombok, Rabu (14/9).

Setiawan tidak menampik jika kenaikan BBM berdampal positif terhadap penjualan sepeda motor listrik. Terlihat banyak masyarakat mulai penasaran dan datang langsung untuk membeli atau sekedar mencari informasi tentang sepeda motor listrik. Apalagi sebelumnya sudah banyak penggunaan sepeda listrik. Dipastikan itu bisa menjadi batu loncatan untuk masyarakat beralih menggunakan motor listrik.

Baca Juga :  Waspadai Lonjakan Inflasi Dua Digit Bisa Lemahkan Ekonomi NTB

“Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan sepeda listrik, sehingga menjadi fasih tapi seiring waktu mereka akan butuh akselerasi dan makin sadar bahwa elektrifikasi sudah mulai terbangun, setiap hari ngecas bukan lagi hal yang baru. Jadi masyarakat mulai berfikir untuk beralih menggunakan motor listrik.” Terangnya.

Dibanding dengan motor konvensional yang perlu bahan bakar lumayan besar dan harus melakukan perawatan setiap bulannya, maka motor listrik diklaim Setiawan, jauh lebih irit bahan bakar, efisien dan minim perawatan berkala. Sebagai contoh dengan menggunakan motor konvensional harga bahan bakar Pertalite mencapai Rp 10 ribu per liter digunakan sejauh 40-50 km.

Tapi dengan sepeda motor listrik, baterai cukup dicas selama kurang lebih 3-4 jam atau setara dengan Rp 2.200, sudah dapat digunakan untuk menempuh perjalanan hingga 50 kilometer. Selain itu sudah dibekali dengan SUT, STNK, BPKB. Terpenting pajaknya jauh lebih murah, yakni Rp 18 ribu per tahun atau sekitar 10 persen dari pajak motor konvensional.

Selisihnya cukup besar, motor konvensional perlu biaya perawatan untuk mengganti oli setiap bulan. Belum lagi dari segi emisi karbon dan suara yang dihasilkan berisik. Sedangkan listrik tidak ada emisi karbon dan polusi suara. Dari sisi efisiensi waktu juga tidak perlu antre untuk membeli BBM di SPBU.

Baca Juga :  Gunakan BBM Subsidi, Pelaku Industri Terancam Dipidana

Meski tidak diwajibkan untuk perawatan berkala, namun saat customer membutuhkan perawatan akan diberikan pelayanan berupa home service. Karena komponen sepeda listrik tidak sebanyak sepeda motor konvensional. Di mana komponen utamanya berupa baterai yang garansinya tiga tahun, kedua kontroler garansi dua tahun dan dinamo.

Setiawan menyebut harga satu unit sepeda motor listrik di Gesits Mataram Rp 30.500.000. Saat ini pihaknya baru memproduksi motor listrik tipe G1 dengan pilihan warna merah, putih dan hitam. Rencananya tahun depan akan diproduksi motor listrik dengan tipe yang lebih ekonomis dan cukup bersaing dengan produk lainnya.

“Di NTB Gesits sudah punya lima dealer, termasuk diantaranya sudah gabung dengan dealar motor roda tiga. Khusus Kota Mataram tapi untuk jaringan dikabupaten Lombok Barat Lombok Timur dan Lombok Tengah,” tandasnya. (cr-rat)

Komentar Anda