Hanya Tujuh Produk IKM Bisa Masuk Pasar MotoGP

RAKOR: Suasana rakor persiapan UMKM menyambut MotoGP oleh Pemkab Lombok Tengah, kemarin. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Pemkab Lombok Tengah terus mempersiapkan produk hasil usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menyambut event MotoGP Mandalika akhir tahun ini. “Kemarin kita rapat untuk mendegar langsung persiapan, saran, dan masukan rekan-rekan pelaku IKM-UMKM. Seperti apa kondisi mereka dalam membuat produk, itu yang kita mau tahu terutama perkembangan kesiapan tujuh jenis produk itu,” ungkap Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah.
Pada kesempatan itu, pihaknya meminta sejumlah OPD terkait mulai fokus berbenah dan berkolaborasi mempersiapkan produk unggulan hasil IKM-UMKM ini. Mengingat, waktu pagelaran event MotoGP akan dilaaksanakan dalam waktu beberapa bulan lagi. Pihaknya ingin mengetahui secara jelas data desain produk yang diproduksi UMKM.

Selain itu, apa yang menjadi keluhan dan masukan para pelaku UMKM bisa diketahui dari awal. Oleh karenanya, pihaknya sangat berharap dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta dinas terkait lainnya fokus berbenah. “Produk unggulan yang akan mewarnai event MotoGP ini harus diproduksi secara maksimal sesuai standar serta branding yang disepakati dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor lokal ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika mulai tahun ini. Selain itu, ini juga merupakan pertaruhan nama daerah di mata dunia,” terangnya.
Nursiah juga mengaku sedang melakukan evaluasi bersama agar produk ini bisa masuk sesuai standar MGPA. Karena persoalan ini menyangkut pelaku UMKM yang sudah lama berdiri dan berproduksi. Jika hasil produk mereka tidak jelas dipersiapkan pemerintah, maka tentunya akan menimbulkan masalah baru. “Kita juga sudah minta ITDC melalui MGPA agar produk IKM Lombok Tengah diprioritaskan dan pihak ITDC siap. Tentu kita harus maksimal persiapan pada sisa waktu pelaksanaan event MotoGP atau Superbike,” tegasnya.

Kepala Disperindag Lombok Tengah, H Saman menyebutkan, ada tujuh jenis hasil produk kerajinan pelaku IKM Lombok Tengah yang bisa lolos berdasarkan hasil verifikasi sesuai yang direkomendasikan MGPA. Produk ini berupa souvenir yang akan masuk mendukung pasar pergelaran MotoGP. Di antaranya, gerabah, perak, rotan ketak, rotan bambu, kulit, tenun, dan kerajinan Sasambo. “Namun dari semua itu ada 29 jenis kerajinan turunannya lagi. Dari semua itu kita sudah siap dan sudah mulai berproduksi. Bahkan, antara souvenir yang satu dengan lainnya saling berkolaborasi. Tinggal kita tunggu branding atau lisensi dari MGPA. Tapi kita berharap pihak MGPA tidak mengekspose dulu biar produk IKM kami ini miliki hak paten yang asli dan tersendiri,” terangnya.
Saman menambahkan, untuk bisa masuk pasar MotoGP memang tidak sembarang. Souvenir yang dihasilkan IKM harus jelas design ukuran dan lainnya sesuai dengan permintaan MGPA. Terhadap hal tersebut, Disperindag sudah persiapkan SDM para pelaku IKM dan UMKM yang jumlahnya 30 orang itu melalui pelatihan. “Yang jelas, kita sudah siap walau memang belum 100 persen produk sesuai harapan MGPA. Makanya kita tunggu kesiapan MGPA meberikan kepastian terkait kuota yang diberikan Lombok Tengah, baik untuk ukuran kecil maupun besar,” tegasnya. (met)