Hanya 150 Kepsek Dimutasi, Guru Menyusul

Hanya 150 Kepsek Dimutasi
BERBINCANG: Nampak sejumlah Kepsek berbincang seusai menerima Surat Undangan mengenai mutase. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Hari ini, Rabu (9/1), sekitar pukul 10.00 Wita bertempat di Gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB pelaksanaan mutasi dan pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) defenitif berlangsung. Setidaknya ada sebanyak 150 Kepsek yang kena mutasi sekaligus dilantik. 

BACA JUGA :  Murid MIN 2 Lombok Tengah Sabet Juara Karate

Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Dr Aidy Furqan mengatakan, pelaksanaan mutasi sekaligus pelantikan Kepsek hari ini akan dilangsungkan. Kepsek sebanyak 150 orang tersebut terdiri dari kepala SMA, SMK dan SLB.

Adapun jumlah Kepsek yang akan didefenitifkan sebanyak 31 orang. Pendefinitfan ini lntaran tercatat ada sejumlah sekolah yang dijabat pelaksana tugas (Plt) sampai Desember 2017 kemarin. Sementara proses mutasi guru akan segera menyusul.

“Ya benar besok (hari ini) kita gelar mutasi sekaligus pelantikan Kepsek. Kalau mutasi guru akan segera menyusul,” katanya Selasa kemarin (9/1).

Dalam proses mutasi sekaligus pelantikan Kepsek ini dipastikan sudah sesuai ketentuan. Setiap Kepsek yang mendapat surat undangan dari pihaknya dipastikan yang bersangkutan wajib kena mutasi. Sementara Kepsek yang tidak mendapat undangan disebutnya bisa jadi ada dua kemungkinan yang akan menimpa Kepsek bersangkutan. Pertama, tetap menjadi Kepsek di tempatnya semula, tapi jadi guru biasa. Kedua, diganti dengan alasan, Kepsek yang bersangkutan pernah menjabat selama dua periode jadi Kepsek dan kinerjanya kurang bagus serta bermasalah. 

Adapun Kepsek yang akan dilantik itu tambahnya, tercatat ada sebanyak 31 Kepsek. Kepsek sebanyak 31 itu merupakan pengganti Kepsek yang menjabat Plt selama ini. Sementara kriteria penggantinya disebutnya tidak sembarangan. Pasalnya 31 Kepsek yang siap dilantik itu sebelumnya harus pernah mengikuti Diklat Kepsek dengan syarat harus dinyatakan lulus.

Terpisah, Kepala SMAN 8 Mataram Abdul Khalik yang mendapat surat undangan mengungkapkan, proses mutasi merupakan kewenangan dari pemerintah daerah. Dirinya selaku Kepsek yang kena mutasi tidak terlalu mempermasalahkan rotasi tersebut. Sebab, apa yang akan terjadi tersebut telah memiliki alasan dan dasar yang kuat sebelumnya.

“Saya tidak permasalahkan kok, dan ini juga kan sebelumnya sudah ada ketentuannya,” tutupnya.

Terpisah, Kepala ULP Dikmen di Lotim, Saiful Islam memastikan mutasi di kalangan guru gagal dilaksanakan. Semenatar mutasi di jajaran kepala sekolah tetap berjalan.

“Saya tegaskan, untuk mutasi guru tidak perlu kawatir karena hanya Kepsek yang kena. Tapi tetap saja mutasi guru menyusul,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Ali BD: Sekolah Banyak, Tapi Kualitas Kurang

Batalnya rencana mutasi ini sebutnya, karena masuknya semester genap. Kondisi ini ditambah lagi akan segera masuk ujian nasional. Praktis, ditakutkan akan menggangu aktivitas pembelajaran di semua sekolah.

“Jadi info mutasi itu sekali lagi batal dilakukan. Jadi saya minta kepada guru tetap fokus,” tegasnya.

Namun menjadi perkecualian bagi guru-guru yang pisah dengan pasangannya. Besar kemungkinan pihaknya akan melakukan pendekatan dan penyatuan tempat tugas. “Banyak pertimbangan dalam mutasi ini. Kita sudah masuk semester dua dan pada saat ini sekolah sedang mempersiapkan tryout,” tegasnya. (cr-rie/cr-wan)