Hamja Dicopot Jadi Ketua Fraksi Gerindra

H Hamja
H Hamja (dok/)

MATARAM – Pernyataan kontroversial H Hamja soal gelar pahlawan nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid  berimbas pada posisinya  di DPRD NTB.

Anggota DPRD NTB dapil Lotim tersebut dicopot sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD NTB.  Posisi Hamja  lalu digantikan  H Sabirin. Pergantian ketua fraksi ini dibacakan pada sidang paripurna DPRD NTB oleh Sekretaris Dewan NTB, H Mahdi Senin kemarin (13/11).

BACA JUGA :  Farouk Bertemu TGB

Ketua DPD Partai Gerindra NTB,  Ridwan Hidayat mengatakan, pencopotan tersebut sebagai wujud kesungguhan Partai Gerindra yang tidak mau main-main dalam menyikapi adanya pemberitaan salah satu kader partai yang  terkesan kurang memberikan dukungan gelar pahlawan nasional terhadap TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid oleh Presiden RI, Joko Widodo. “ Ini kesungguhan kami dengan mecopot Hamja dari Ketua Fraksi Gerindra,” tegasnya.

Dia mengatakan, meski pernyataan itu pribadi,  namun bertentangan dengan keputusan Fraksi Partai Gerindra yang disampaikan dalam rapat paripurna tanggal 2 November, bahwa mendukung penuh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, Hamja semestinya harus memperkuat sikap partai, namun kenyataan tidak berikan dukungan penuh.” Sehingga kita berikan sanksi tegas,” ucapnya.

Hamja juga tidak menunjukkan rasa sensitivitas terhadap ketokohan salah satu putra NTB yang dipercayakan sebagai pahlawan nasional. Terlebih, dukungan itu disuarakan dari aspirasi masyarakat secara luas.

Dengan adanya keputusan pencopotan ini, Ridwan berharap kepada semua pihak supaya polemik ini tidak diperpanjang. Selaku ketua DPD Partai Gerindra NTB,  dirinya kata Ridwan,  sudah bersilaturrahmi ke tokoh NW dan minta maaf atas sikap kader Gerindra itu. Malah selanjutnya akan bersilaturrahim ke Lotim untuk memperkuat hubungan dengan semua pihak. “ Mari kita buat suasana aman dan nyaman, jangan disikapi terlalu berlebihan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Giliran Kiai Zul dan Lalu Rudi Ambil Formulir di Partai Demokrat

Hamja sendiri sebelumnya sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media massa. Dia menepis pemberitaan yang terkesan tidak menghargai TGKH Zainuddin Abdul Madjid. Hal itu muncul murni karena ada kesalahpahaman antara pernyataan yang disampaikan dengan penerimaan oknum wartawan.

Menurutnya, gelar pahlawan nasional yang diberikan presiden Joko Widodo kepada TGKH Zainuddin Abdul Madjid sudah sangat tepat.” Almagfirullah Maulana Syeikh adalah tokoh kebanggaan NTB yang telah berkontribusi besar dan layak mendapatkan gelar tersebut,”katanya dalam pernyataan permintaan maafnya itu.  (yan)