Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Katarak

Penulis: dr. I Ketut Anom Widyantara (Dokter Umum Rumah Sakit Mata NTB)

dr. I Ketut Anom Widyantara

APAKAH anda berusia diatas 40 tahun, dan penglihatan jauh maupun dekat anda terasa semakin kabur? Atau penglihatan anda seperti terhalang atau berkabut? Mungkin anda menderita katarak.

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan sampai kebutaan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh faktor degeneratif atau penuaan, dan dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata.

Apa saja faktor resiko terjadinya katarak dan siapa saja yang paling beresiko terkena katarak? Kelompok usia diatas 40 tahun merupakan kelompok usia yang paling berisiko terhadap terjadinya katarak. Meski demikian, katarak juga dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

Indonesia yang merupakan negara tropis menyebabkan masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan menderita katarak lebih cepat dibandingkan penderita di negara subtropis. Hal ini dikarenakan paparan sinar ultraviolet yang tinggi menjadi salah satu faktor resiko terjadinya katarak.

Faktor resiko lain yang dapat menyebabkan terjadinya katarak yaitu adanya penyakit mata lainnya (misal: glaucoma dan infeksi), adanya riwayat trauma, adanya penyakit sistemik (misal: diabetes mellitus), pemakaian tetes mata steroid tanpa pengawasan dokter serta kebiasaan merokok.

Apa saja gejala yang dirasakan oleh penderita katarak? Gejala yang timbul pada penderita katarak dapat berbeda pada tiap orang. Gejala umumnya berlangsung perlahan yang awalnya tidak disadari sampai dirasakan mengganggu penglihatan.

Pada penderita katarak penglihatan menjadi kabur. Hal ini dirasakan semakin memberat dan tidak membaik walau sudah berganti-ganti kacamata. Penglihatan juga terasa seperti terhalang atau berkabut.

Selain itu, mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya sehingga merasa silau saat melihat cahaya. Hal ini akan dirasakan sangat mengganggu, terutama saat berkendara di malam hari. Pada penderita katarak dapat juga terjadi gangguan saat melihat warna dimana warna memudar atau cenderung menguning.

Bila anda menderita katarak bagaimana pengobatannya? Hingga saat ini belum ditemukan obat-obatan yang terbukti mampu memperlambat atau menyembuhkan katarak. Operasi masih menjadi satu satunya cara untuk menghilangkan katarak.

Namun perlu dipahami bahwa tidak serta merta setelah di diagnosis katarak, anda harus segera di operasi. Operasi katarak umumnya dilakukan apabila anda sudah mengalami gangguan penglihatan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari seperti gangguan saat bekerja, berkendara dan aktivitas lainnya.

Ketika anda diharuskan untuk operasi, anda juga tidak perlu khawatir. Saat ini operasi katarak sudah semakin berkembang, aman dan memiliki keberhasilan yang tinggi. Komplikasi setelah operasi pun jarang terjadi. Pemulihan penglihatan setelah operasi bervariasi tergantung dari banyak faktor salah satunya kesehatan mata anda. Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia.

Meski demikian kebutaan karena katarak merupakan kebutaan yang dapat disembuhkan. Bila anda mempunyai resiko dan mengalami gejala katarak, anda sebaiknya segera memeriksakan mata anda. Diagnosis dan penanganan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang lebih baik dan dapat mencegah kebutaan. (*)