Hafal 5 Juz, Dijanjikan Umroh Oleh Gubernur

HAFIDZ CILIK: Lalu M. Akram Al - Iyazi duduk di pangkuan ayahnya, Lalu M. Iqbal Murad saat mengikuti uji publik hafidz cilik beberapa waktu lalu.

Dalam uji publik hafidz cilik tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diselenggarakan Pondok Pesantren Tahfiz Al – Furqan, Lombok Barat, terpilih  Lalu M Akram Al – Iyazi  sebagai hafidz cilik terbaik.


Ahmad Yani — Mataram


Usianya masih belia. Lalu M Akram Al – Iyazi seperti anak-anak lainnya yang riang dan senang bermain.  Di sela-sela itu, Akram sapaan akrabnya ternyata rajin menghafal Alquran.

Akram  masih duduk TK Muslimat NW Mataram.Selain bersekolah, dia juga belajar di  ponpes Tahfiz Al – Furqan sejak beberapa bulan terakhir ini. Hafalannya pun terus meningkat. Kini, dia sudah bisa menghafal 5 juz.

Dalam uji publik hafidz cilik yang  diselenggarakan lembaga Ponpes Tahfiz Al – Furqan dan diikuti sejumlah lembaga pondok pesantren tahfidz lainnya belum lama ini,  Akram keluar sebagai peringkat pertama tahfidz cilik kategori 3 halaman per juz, baris ayat beserta artinya.

[postingan number=3 tag=”boks”]

Adapun menjadi penilaian dari dewan juri. Misalnya, keindahan bacaan, tajkwid, nahwu, fasih dan penjurian lainnya.

Kemampuan tahfidz  Akram ini sangat diapresiasi Gubernur NTB TGH Zainul Majdi. Oleh karena itu, gubernur  berjanji akan memberikan hadiah umrah kepada  Akram  melalui Baznas NTB.

Akram  bertekad, sebelum usia 10 tahun dirinya harus sudah hafal Alquran 30 juz beserta artinya. Karena itu, dirinya terus belajar, tekun dan berusaha istiqomah untuk menjadi seorang hafidz Alquran.” Saya ingin jadi hafidz  Alquran cilik,” kata Akram polos didampingi ayahnya, Lalu Iqbal Murad.

Menurut Lalu Iqbal Murad, Akram sudah dikenalkan Alquran sejak dini. Dia pun mendidik Akram menjadi seorang hafidz. Menurutnya, Alquran harus diperkenalkan kepada anak – anak sejak usia dini. Dengan diperkenalkan sejak usia ini, mereka bisa memiliki pemahaman, nilai – nilai agama, serta menjadi filter dan peneguh jiwa mereka kelak dewasa. ” Alquran harus ditanamkan kepada jiwa anak sejak usia dini,” katanya.

Iqbal mengatakan, dirinya bertekad untuk menanamkan nilai – nilai Alquran kepada putranya tersebut. Dengan nilai – nilai Alquran itu menjadi penguat keislaman dan keimanan, serta menjadi benteng atau filter dalam berbagai hal negatif bagi anak kelak ketika dewasa.

Pihaknya pun sangat telaten, selalu memberikan spirit dan motivasi untuk membimbing dan menuntut putranya itu dalam menghafal Alquran. Akram sendiri  memiliki semangat dan kemauan tinggi untuk belajar Alquran dan menjadi seorang hafidz. ”Dengan anak memiliki kemauan dan semangat belajar menjadi hafidz Alquran, sebagai orang tua akan memperoleh keberkahan,” jelasnya.

Ia berharap, dengan hadiah umroh yang diberikan Gubernur NTB makin meningkatkan motivasi dan spirit bagi putra pertama tersebut untuk mengejar impian menjadi seorang hafidz.” Ini salah satu spirit sehingga anak saya latih dan ajarkan menjadi hafidz,” pungkas Iqbal juga dosen IAIN Mataram. (*)