Hadrian Klaim Semua Terakomodir

TETAP SOLID : Pelaksanaan Muswil PKB NTB digelar baru-baru ini. PKB NTB menegaskan tetap solid dan kompak pasca muswil. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Hengkangnya sejumlah organisasi sayap di tubuh DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi NTB, ditanggapi Lalu Hadrian Irfani.

Ketua DPW PKB NTB ini menyatakan, bahwa semua elemen sudah terakomodir baik dalam kepengurusan DPW PKB NTB periode 2021-2026. Keputusan Muswil sudah melalui proses yang sangat panjang. Bahkan melalui monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilaksanakan langsung oleh DPP PKB. ‘’Prinsipnya, semua sudah terakomodir dalam kepengurusan PKB NTB dengan baik,” katanya.

Hal itu disampaikan Hadrian menyusil ada sejumlah pengurus organisasi sayap PKB mengundurkan diri lantaran mengaku kecewa dengan hasil Muswil. Lebih lanjut menurutnya, dalam monev tersebut, semua pengurus sudah ada penilaian tersendiri diberikan oleh DPP. Karena itu, dia memastikan dalam penempatan pengurus oleh DPP dalam kepengurusan PKB NTB, tidak berdasarkan suka atau tidak suka. “Beliau-beliau yang bicara di media itu, kebetulan tidak hadir di monev. Bahkan ada satu lagi juga sudah bukan pengurus baik di banom (sayap partai, red) maupun pengurus harian di tingkat DPC maupun DPW,” tambah Hadrian.

Dia menegaskan, dalam penempatan pengurus DPW PKB NTB oleh DPP, para pengurus itu sudah dilihat dan dinilai kinerjanya. Walau demikian, pihaknya sadar tidak semua bisa terpuaskan. “Dan yang namanya kecewa itu ya hal biasa dalam sebuah perjuangan,” ungkapnya.

Walaupun diakui, mereka mengaku kecewa itu hanya beberapa orang yang justru tidak pernah aktif dalam kegiatan kepartaian. Yang jelas, lanjutnya, pelaksanaan muswil
sangat kondusif, penuh soliditas, kompak dan riang gembira. “PKB NTB sangat solid,” imbuhnya.

Baginya, semua kader PKB yang baik. Tentu semua kader harus patuh, taat dan tunduk terhadap garis keputusan DPP PKB. “Sebagai kader yang baik, tentu kita sami’na wa ato’na,” paparnya.

Lantas disinggung terkait kader ideologis. Menurutnya, di PKB NTB, banyak kader ideologis dan tidak hanya satu. Bahkan, menurutnya kader-kader ideologis yang ada di kepengurusan sekarang, dinilai luar biasa dan kinerjanya di apresiasi oleh DPP. “Jadi tidak benar, kalau DPP tidak mengakomodir kader ideologis,” tandasnya.
Lebih lanjut diungkapkan, saat ini DPW PKB NTB sedang mempersiapkan program kerja partai untuk meraih kemenangan di pemilu 2024 serta mengantarkn ketua umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar menjadi Presiden pada pemilu presiden 2024. Karena itu, dia menegaskan, tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa keluarnya satu orang kemudian akan mengganggu ikhtiar Cak Imin menjadi calon presiden RI. “Saya rasa terlalu kerdil berpikirnya,” sindirnya.

Dia menegaskan, masih banyak kader PKB yang siap militan berjuang memenangkan PKB secara nyata berbuat bukan hanya pintar bicara di media. “Intinya keputusan DPP adalah keputusan mutlak dan final yang wajib ditaati oleh seluruh kader,” tandasnya seraya menambahkan, ada kekecewaan hal wajar dalam sebuah proses demokrasi.
Dan yang kecewa hanya beberapa karena apa yang dikehendaki tidak tercapai, jadi wajar. “No problem, kami jalan terus dan laksanakan perintah DPP,” pungkasnya. (yan)1