Habis Diperkosa, Bocah 12 Tahun Diculik

Ilustrasi
Ilustrasi

BIMA – Seorang sopir angkutan umum (angkot) nekat inisial AM asal  Desa Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima  nekat memperkosa bocah umur 12 tahun.

Akibat perbuatannya, AM kini harus merasakan panas dinginnya jerujui besi Mapolres Kota Bima. Ia ditangkap di Dusun Karama Polo Desa Lune Kabupaten Dompu, Selasa malam (21/3) pukul 23,15 Wita. AM berhasil diringkus setelah 20 hari aksi gilanya membawa kabur korbannya

Orangtua korban, Muhamad Iqbal melaporkan kejadian tersebut, Rabu kemarin (1/3) di Mapolsek Rasana’e Timur. Dalam laporannya saat itu, Iqbal menjelaskan bahwa anaknya disetubuhi dan dibawa kabur oleh AM. Lokasi insiden persetubuhan itu di lapangan Beringin Kelurahan Lampe Kecamatan Rasana’e Timur.  

[postingan number=3 tag=”kriminal”]

Kasubag Humas Polres Bima Kota IPDA Suratno membenarkan hal itu. Menurut Ratno, awal Maret pihak kepolisian mendapat laporan kasus persetubuhan. Kemudian anggota Polsek Rasana’e Timur melakukan pengejar dan mencari tahu lokasi keberadaan pelaku.

Diakui Ratno, saat ini pelaku persetubuhan tersebut sudah diamankan. AM diamankan di Dusun Karama Polo Desa Lune Kabupaten Dompu, Selasa malam (21/3) pukul 23.15 wita. “Setelah dilakukan pencarian selama 20 hari, akhirnya keberadaan pelaku diketahui. Anggota Polsek Rasana’e Timur dipimpin Bripka Suharman SH ke TKP dan mengamankan pelaku,” beber Ratno.

Saat AM diamankan, ia tengah berada di rumah keluarganya dengan korban. Malam itu juga, korban dipulangkan ke rumah orangtuanya. Sementara pelaku, diamankan di Mapolsek Rasana’e Timur. “Saat ini AM masih diamankan. Korban masih dimintai keterangan oleh penyidik,” pungkasnya.

Di sisi lain, kejadian pelecehan seksual juga nyaris terjadi terhadap siswi umur 15 tahun yang sedang PKL di SMK 1 Muhammadiyah Kabupaten Bima, Selasa (21/3). Pelakunya diduga petugas cleaning service RSU Sondosia. Kepala SMK 1 Muhammadiyah Bima Muhammad Fuad meminta oknum tersebut dipecat dari pekerjaan sebagai cleaning service. Dia sangat menyesalkan kejadian itu dan meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku. “Kita minta oknum dipecat dan dihukum,” desak Fuad, kemarin.

Dijelaskannya, siswi yang jadi korban percobaan pencabulan itu melaksanakan praktik lapangan (PL) di RSU Sondosia, selama satu bulan. “Mereka baru melaksanakan PL dua minggu. Ada 19 orang yang PL di RSU Sondosia,” sebutnya.

Diakui, untuk pertama kali sekolah mengutus siswi untuk PL di RSU Sondosia. Selama ini mereka biasa di Puskesmas Bolo khusus kelas 1 dan RSU Muhammadiyah untuk kelas 2. Dengan kejadian itu, pihaknya tidak lagi menempatkan siswi setempat untuk PL di RSU Sondosia. Karena, tidak aman bagi siswi. “Apakah siswi masih PL di RSU Sondosia, akan kita rapatkan dengan dewan guru dan wakasek,” tegasnya.

Sementara Plt Direktur RSU Sondosia dr H Adiwinarko menyesalkan ulah oknum cleaning service berinisial Ah tersebut. Kata dia, oknum  tersebut adalah  tenaga kontrak daerah. “Saya akan laporkan masalah ini pada dinas, sekaligus meminta oknum untuk dipecat,” tandasnya. (yet/sya)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid