H Istiqlal Terpilih Jadi Ketua PGRI Mataram

H Istiqlal Terpilih Jadi Ketua PGRI Mataram
KONFRENSI PGRI : Suasana pemilihan pengurus baru PGRI Mataram untuk periode 2020 – 2025, Sabtu (7/3).( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)Kota Mataram  menggelar Konfrensi ke XXII untuk memilih pengurus baru periode 2020 – 2025, Sabtu (7/3).

Dalam pelaksanaan Konfrensi PGI Kota Mataram tersebut, H Istiqlal terpilih menjadi Ketua PGRI Kota Mataram menggantikan H Saptadi Akbar yang sudah menjabat dua periode.

Hadir dalam pelaksanaan Konfrensi PGRI Kota Mataram, Sekretaris Jenderal PB PGRI H Ali Rahim, Ketua PGRI NTB M Yusuf dan anggota PGRI Mataram pemilik hak suara bertempat  di Gedung Guru NTB.  Dalam pemilihan Ketua PGRI Kota Mataram ada tiga calon, yakni Lalu Kaharudin, H Istiqlal dan Imam Purwanto.

Pelaksanaan pemilihan Ketua PGRI Kota Mataram meski berlangsung lancar, namun terjadi tidak biasanya. Pasalnya, L Kaharudin yang terpilih dengan mendapatkan suara sebanyak 109 harus mengundurkan diri tanpa ada masalah. Justru Lalu Kaharudin melimpahkan suaranya kepada H Istiqlal yang mendapatkan suara terbanyak kedua sebanyak 82.

Panitia Konfrensi PGRI Kota Mataram H Rudi Harianto mengatakan, dalam pelaksanaan konfresni ini berjalan lancar, namun saat pemilihan ketua melalui Pemilihan (F1) ada dinamika.

“Lalu Kaharudin terpilih, tapi langsung mengundurkan diri dan suaranya itu diberikan kepada H Istiqlal, maka secara otomatis H Istiqlal jadi ketua terpilih,” kata Rudi Harianto kepada Radar Lombok.

Dalam suasana pemilihan ketua PGRI Kota Mataram, Lalu Kaharudin sempat menangis saat menyatakan mengundurkan diri dan peserta konfrensi langsung pulang mendengar pengunduruan dirinya menjadi ketua PGRI Kota Mataram.

“Biasa dalam dinamika sebuah organisasi. Namun insyaallah, semua peserta menerima dengan legowo pengunduruan diri Lalu Kaharudin,” jelasnya.

Sementara itu Lalu Kaharudin mengaku dirinya terpaksa harus mengundurkan diri, karena ada intervensi langsung oleh oknum yang mempunyai pengaruh di PGRI.

“Saya sedih ada oknum yang tidak menginginkan saya menjadi ketua PGRI Kota Mataram,” ungkapnya.

Menurut Kaharudin, dirinya terpilih secara demokrasi, namun jika masih kondisi seperti ini pihaknya yakin organisasi profesi tidak berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Iintinya ada oknum yang tidak ingin melihat saya menjadi ketua PGRI,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali mengatakan PGRI sebagai organisasi progfesi guru sangat penting keberadaanya dalam membangun dan memajukan dunia pendidikan.

“Saya berharap pengurus yang terpilih bisa bersinergi dan memberikan kontribusi dalam hal pembangunan SDM guru di Kota Mataram,” harapnya. (adi)