Guru “Serbu” Dukcapil Lobar, Petugas Kewalahan

Dukcapil Lobar
Mengantri : Ratusan warga mengantri dokumen kependudukan mereka dikantor Dukcapil Lobar. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Warga yang kebanyakan guru honor Lombok Barat mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lobar.

Kemarin (2/4), ratusan guru honor memadati kantor Dukcapil Lobar untuk melakukan legalisir KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat mengikuti seleksi guru kontrak yang akan dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi NTB. Mereka harus melengkapi dokumen kependudukan.

Karena waktu melengkapi dokumen hanya tiga hari yakni dari tanggal 3 sampai 4 April, para guru berbondong datang ke Dukcapil. Sayang mereka mengeluhkan pelayanan petugas. “Pelayanan sangat lambat dan tidak sesuai dengan urutan yang datang,” keluh Mutahiq, salah satu guru honor.

Buktinya ketika ada orang yang baru datang namun karena yang bersangkutan punya kenalan petugas dukcapil, orang itu didahulukan. Padahal ada yang datang sejak pukul 07.00 Wita namun sampai pukul 10.00 Wita belum mendapatkan legalisir.” Banyangkan berapa lama kami menunggu hanya untuk melakukan legalisir,” katanya.

Parahnya lagi malah petugas menghilangkan dokumen kependudukan guru honorer. Ada guru sampai menangis karena sudah lama menunggu namun ternyata berkasnya tidak ada.

Mereka berharap untuk dua hari sampai tanggal 4 April petugas membuka loket khusus bagi para guru agar mereka bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan. Jangan sampai hanya karena terlambat mendapatkan legalisir KTP dan KK. Para guru honor tidak bisa mengikuti seleksi kalau syarat mereka tidak terpenuhi.

Guru yang lain, Nur Amalian, mengeluhkan tidak adanya pengeras suara di loket sehingga warga yang sudah selesai berkasnya tidak mendengar saat mereka dipanggil.” Tidak ada pengeras suara, kalau ada akan bisa kita dengar langsung,” ungkapnya.

Ia berharap proses legalisir bisa dipercepat agar dirinya bisa ikut seleksi guru kontrak.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Lombok Barat, Erfandi, mengakui kondisi staf yang kurang. Karena itu untuk pelayanan para guru dinas mengarahkan petugas fokus melayani mereka.”Keberadaan petugas memang sangat kurang, tadi sudah diarahkan semua pegawai melayani legalisir,” ujarnya.(ami)