Guru PAUD Mataram Minimal Sarjana

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Mataram M Yasin saat berdiskusi dengan Ketua PGRI NTB M Yusuf.( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Disdik) Mataram M Yasin meminta guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang belum sarjana (S1) untuk melanjutkan pendidikan minimal S1 sesuai disipilin ilmunya. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak guru PAUD dan TK yang hanya tamat SMA sederajat.

“Kita minta kepada guru PAUD dan TK yang masih lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan ke pergurun tinggi,” kata M Yasin kepada Radar Lombok, Sabtu (16/10).

Menurut Yasin permintaan kepada guru PAUD dan TK yang hanya tamat SMA sederajat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sehingga meraih gelar sarjana itu supaya mereka meningkatkan kualitas serta minimal pendidikannya.

BACA JUGA :  Guru Diberikan Kewenangan Membuat Soal Ujian Akhir

Untuk diketahui, sekitar 600 guru PAUD di Kota Mataram hingga sekarang ini yang masih lulusan SMA sederajat. Sedangkan total guru PAUD sekitar 1000 orang lebih untuk honorer  dan 125 orang guru berstatus pegawai negeri.

Dikatakannya, guru yang mengajar di TK juga sudah melanjutkan ke perguruan tinggi. Apalagi saat ini harus linieritas, sebab TK ini sudah tidak lagi diajar tamatan SMA, bahkan sarjana yang bukan jurusan PAUD. Guru yang banyak lulusan SMA itu adanya di Kelompok bermain (KB), sedangkan di TK banyak yang sudah sarjana.

BACA JUGA :  Kasek Plt Diminta Sukseskan Program Sekolah

Untuk diketahui, total PAUD di Kota Mataram, baik negeri maupun swasta

sebanyak 288 lembaga, dengan rincian 284 swasta dan 4 negeri.

Sebelumnya Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB Suka mengakui saat ini guru PAUD yang ada di 10 kabupaten/kota di NTB masih banyak lulusan SMA sederajat. Selain itu, guru PAUD yang lulusan SMA sederajat, pihak BP PAUD dan Dikmas NTB sudah melakukan Diklat berjenjang, mulai dari tingkat dasar, lanjut dan mahir.

“Walaupun lulusan SMA, namun kita sudah melakukan Diklat, mulai dari tingkat dasar, lanjut dan mahir,” katanya. (adi)