Guru Ngaji dan Marbot Sejahtera Jika Ahyar-Mori Memimpin

ahyar mori
Paslon Ahyar-Mori dikerumuni simpatisan, pendukung, dan tokoh parpol pengusungnya. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kesejahteraan guru ngaji dan marbot, selama ini masih memprihatinkan. Pemerintah terkesan menganaktirikan peran besar profesi tersebut. Padahal, pengabdian mereka sangat memengaruhi kondisi bangsa dan generasi muda.

Guru ngaji jumlahnya cukup banyak di NTB. Setiap hari mengajari anak-anak agar bisa membaca kitab suci agamanya. Sudah seharusnya, pemerintah memberikan apresiasi, minimal memberikan insentif untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Begitu juga dengan peran marbot yang menjadi fondasi utama kemakmuran masjid. Mereka belum mencicipi pembangunan daerah yang saat ini sudah cukup maju. “Hanya sebagian kecil guru ngaji yang dapat insentif, sebagian besar di desa-desa tidak ada sama sekali. Begitu juga marbot, kadang sekali setahun mereka dapat. Itu pun tidak semuanya, dan jumlahnya juga kecil tidak seberapa,” ucap calon wakil gubernur NTB, H Mori Hanafi kepada Radar Lombok, Senin kemarin (23/4).

Realitas itulah yang membuat Mori Hanafi bersama Cagub NTB, TGH Ahyar Abduh merasa prihatin. Kondisi saat ini tidak boleh dibiarkan terus berlarut. “Makanya kami Ahyar-Mori memasukkan kesejahteraan guru ngaji dan marbot dalam janji kerja. Karena peran mereka bukan hanya untuk dunia, tapi juga yanh sangat penting demi kehidupan di akhirat,” ujar Mori. 

1
2
3
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut