Guru Madrasah Diminta Membuat Bahan Ajar E-Learning

H Muhammad Amin (FAISAL HARIS/RADARLOMBOK)
H Muhammad Amin (FAISAL HARIS/RADARLOMBOK)

MATARAM – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB terus mendorong guru-guru madrasah untuk ikut berperan aktif dalam membuat bahan pembelajaran e-learning, dengan mengutamakan karya berbentuk video atau karya lain.

“Kita tetap mendorong guru-guru madrasah untuk ikut berperan aktif dalam membuat bahan pembelajaran e-learning, dengan mengutamakan karya berbentuk video atau karya lain,” kata Plt Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H Muhammad Amin, kemarin.

Dikatakannya, dalam memutus rantai penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) di lembaga pendidikan, maka guru madrasah agar terus mengutamakan keselamatan para peserta didik, serta dalam rangka menjamin keberlangsungan pembelajaran yang berkualitas dari rumah. Madrasah diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi e-learning sebagai salah satu solusi untuk tetap dapat melaksanakan pembelajaran secara daring di tengah pandemi Corona, sehingga peserta didik menerapkan pembelajaran di rumah.

Selain itu, Amin juga mengingatkan kepada semua madrasah Ibtidaiyah (MI) agar bisa memanfaatkan channel TVRI untuk mengikuti pembelajaran bagi peserta didik. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan pemerintah pusat. Kerja sama antara TVRI dengan Kementerian Agama RI dalam pemanfaatan pembelajaran Matematika untuk dan melalui www.dragonlearn.org memanfaatkan siaran Indonesia juga dihimbau agar berperan penting untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik untuk menjaga keselamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB Dr H Aidy Furqan menegaskan kembali agar kepala sekolah memastikan para guru memberikan layanan belajar mandiri di rumah dengan tidak memberikan layanan yang berbentuk tugas secara kelompok melainkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien (tetap di dalam rumah) atau bentuk layanan belajar mandiri lainnya.

“Kepala sekolah mengefektifkan kunjungan rumah (home visit) untuk memberikan layanan belajar secara konvensional di rumah bagi siswa yang tidak bisa belajar daring (online) atau semi online, dengan menugaskan guru BP/BK atau guru yang relevan,” ujarnya.

Disampaikan juga, agar pihak sekolah dapat melakukan observasi tidak langsung atas aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan bekerjasama dengan orang tua/wali siswa. Hasil observasi tidak langsung dapat dipertimbangkan menjadi bagian dari penilaian ranah apektif, serta kepala sekolah menyampaikan laporan progres belajar mandiri yang dilaksanakan oleh setiap guru. Laporan disampaikan melalui Kepala Seksi Kurikulum SMA, Kepala Seksi Kurikulum SMA, dan Kepala Seksi Kurikulum PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB.

“Kepala sekolah menyampaikan progress hasil observasi tidak langsung atas aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan kepada Kepala Seksi peserta didik bidang Pembinaan SMA, Bidang Pembinaan SMK, dan bidang PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB,” katanya. (sal)