Guru Honorer di Mataram Belum Digaji Empat Bulan

Ernawati (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ribuan guru honorer Kota Mataram tampaknya harus mengelus dada dengan mengambil napas panjang. Mereka harus lebih banyak lagi bersabar mengingat sudah empat bulan ini tak menerima honornya.

Nasib pahlawan tanpa tanda jasa ini disesalkan langsung  Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB Ermawati. Dia mengatakan, kasus keterlambatan gaji terus  terulang setiap tahunnya. Kasus keterlambatan pembayaran gaji guru honorer ini tak hanya terjadi di  Kota Mataram saja, tetapi juga di Provinsi NTB. Karenaya, pemerintah daerah harus serius dan memiliki komitmen tinggi untuk pembayaran gaji mereka. ‘’Guru honorer harus masuk dalam program skala prioritas untuk pembayaran gaji. Jangan dianaktirikan, mereka juga sangat berjasa selama ini,’’ cetus Ernawati kepada Radar Lombok, Kamis (20/10).

Dalam catatan Erna, ada ribuan tenaga pendidik honorer di Kota Mataram dari tingkat TK, SD, hingga SMP. Mereka hanya mengandalkan gaji yang diberikan selama ini dari Pemkot Mataram tanpa ada uang tambahan lainya. Di tengah kebutuhan semakin bertambah, mereka tidak diperhatikan. Bahkan, sudah puluhan tahun mengabdikan diri. Namun belum semuanya terakomodir menjadi ASN maupun PPPK.

Baca Juga :  Dewan Ragukan Kualitas Lapangan Basket Sangkareang

Dikatakan Erma, selama ini guru honorer juga garda terdepan dalam menjalankan roda pendidikan, mau saprasnya bagus, kurikulum nya model apapun, jika tdak ada upaya perhatian lebih pemerintah utk melancarkan gaji mereka, dan mensejahterakan, akan memberikan dampak terhadap kwalitas guru dan pendidikan. Ia menghimbau agar menjadi perhatian serius pemerintah dalam pembayaran hak guru. ‘’Saya prihatin sekali dengan kejadian berulang setiap tahun. Artinya pemerintah tidak memiliki komitmen yg baik utk mensejahterakan guru guru honorer,’’ pungkasnya.

Terpisah Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Hj Istiningsih menyayangkan, adanya kejadian keterlambatan gaji bagi guru honorer maupun pengawai biasa di Kota Mataram. Selama ini, kasus terus terjadi setiap mau memasuki akhir tahun. Padahal, anggaran sudah tersedia di dinas terkait sehingga bisa dibayarkan karena ini menyangkut kebutuhan hidup. ‘’Setiap hari mereka kerja, guru honorer juga pahlawan,’’ katanya.

Baca Juga :  Pengemis Omset Rp 1,1 Juta Sehari Terjaring Operasi

Karena tidak semua sekolah maupun OPD yang memiliki tenaga ASN banyak, sehingga keberadaan honorer bisa membantu kerja rodanya birokrasi. Maupun pendidikan di Kota Mataram yang selama ini banyak ditemukan guru honorer di semua sekolah.

Terpisah kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi mengatakan, keberadaan honorer di Kota Mataram  tetap diperhatikan Pemkot Mataram. setiap tahun ada alokasi anggaran Rp 40 miliar yang diperuntukan untuk gaji semua tenaga honorer termasuk kalangan guru. ‘’Kita hanya mencairkan ke masing-masing dinas terkait, sehingga dinas terkait yang melakukan pencairan ke masing-masing sekolah,’’ katanya. (dir)

Komentar Anda