Guru Honorer Butuh Upah Layak

Ilustrasi Honorer

PRAYA-Kasus oknum guru honorer Retinah SPd, yang ditangkap lantaran mencuri motor milik turis asal Australia bernama Michel Jefrey Fhiups, kembali memantik opini sejumlah kalangan.

Kali ini datang dari Ketua Dewan Pendidikan Lombok Tengah, HM Amir Muzain. Dia mengaku, oknum guru maling itu telah mencoreng nama baik dunia pendidikan Lombok Tengah. Meski diakui, bahwa manusia tidak luput dari salah dan lupa. Tetapi, meski sebagai tenaga pendidik oknum guru tersebut mampu menjaga marwahnya. Dia semestinya harus bisa berpikir luas jika melakukan tindakan kriminalitas. ‘’Kita sangat sayangkan hal ini terjadi menimpa oknum tenaga pendidik di daerah ini,’’ ungkap Muzain, Sabtu (29/10).

Karenanya, Muzain mengusulkan kepada pemerintah agar melakukan uji kompetensi profesional terhadap guru kedepannya. Artinya, calon guru tan hanya diterima lantaran kemampuan otaknya saja. Tetapi, karena kepribadian dan sifatnya yang diyakini bisa membawa marwah pendidikan juga. “Selain kemampuanya mengajar baik, syaratnya yang harus ditentukan juga kepribadian yang profesional. Tidak asal-asalan sehingga mampu mencetak generasi penerus yang lebih baik,’’ usulnya.

Pendapat sama juga disampaikan Ahmad Sukandi MPdI salah seorang guru di Lombok Tengah. Menurutnya, seorang pendidik seharusnya mampu memanusiakan manusia. Sangat tidak etis kemudian jika seorang pendidik terjerumus melakukan perbuatan kriminal.

Di satu sisi, aku Sukandi, tingkat kesejahteraan guru honorer jauh dari harapan. Pendapatan mereka bukannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi selalu kurang. Tetapi, karena rasa pengabdian dan tanggung jawabnya terhadap bangsa dan negara, maka terkadang mereka rela dengan upah yang tak seberapa itu. “Memang kasian juga guru honorer ini, gajinya terkadang tidak cukup untuk biaya hidup sendiri. Apalagi untuk orang lain yakni keluarganya, makanya kasus ini saya melihatnya bagaikan pisau bermata dua,” ujarnya beristilah.

Namun, lanjut dia, bukan berarti faktor kurang sejahtera menjadi faktor pembenar untuk melakukan kriminalitas. Untuk itu, masalah ini harus menjadi bahan pembelajaran pemerintah daerah untuk menyikapi masalah kesejahteraan guru honorer ini. ‘’Karena bagaimana pun, jasa mereka dalam membangun bangsa ini tidak diragukan lagi,’’ pungkasnya.

Diwartakan koran ini sebelumnya, Retinah SPd, 29 tahun, warga Dusun Ujung Desa Kuta Kecamatan Pujut, ditangkap karena diduga sebagai maling motor atas korban Michel Jefrey Fhiups, turis asal Australia yang sedang berlibur di wisata Kuta. Retinah diketahui sebagai salah satu guru honorer di sebuah sekolah di Kecamatan Pujut. Dia disebut mencuri motor milik Jefrey ketika makan malam di Fredies Café, sekitar pukul 22.00 Wita, Kamis malam (20/10). (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid