Gunung Rinjani Berstatus Waspada

SELONG–Berdasarkan pantauan dari Pos Pengamatan Gunung Api Rinjani pada Minggu (28/2/2021) pada pukul 00.00-24.00 WITA, Gunung Rinjani berstatus level II atau waspada.

Dari pantauan, cuaca cerah, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 21-25 °C dan kelembaban udara 93-94 %.

Adapun visual, tampak gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 5-10 m di atas puncak kawah.

Kegempaan sendiri tergolong Low Frekuensi dengan jumlah 1, amplitudo: 3 mm, durasi 60 detik. Untuk Tektonik Lokal jumlahnya 5, amplitudo: 6-33 mm, S-P: 6-7 detik, serta durasi 30-56 detik. Kemudian untuk tektonik jauh jumlahnya 2, amplitudo 6-8 mm, S-P: 12-30 detik, serta durasi 41-75 detik.

Berdasarkan hasil pantauan dimaksud, maka dalam laporan yang disusun petugas pengamat Mutaharlin, masyarakat di sekitar Gunung Rinjani dan pendaki/pengunjung/wisatawan direkomendasikan agar tidak beraktivitas/berkemah di dalam area tubuh Gunung Barujari termasuk di area lava baru dan seluruh area di dalam radius 1,5 km dari kawah Gunung Barujari.

Kemudian pendakian diperbolehkan kecuali di seluruh bagian tubuh Gunung Barujari, karena material lava letusan masih bertemperatur tinggi dan tidak stabil sehingga rawan untuk terjadi rockfall/longsoran batu.

Meskipun tidak dapat dipastikan, namun potensi letusan Gunung Rinjani masih ada. Oleh karena itu pendaki/pengunjung/wisatawan yang beraktivitas di luar radius 1,5 km dari Gunung Barujari maupun masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharapkan untuk selalu menyiapkan masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata jika terjadi letusan abu.

Rekomendasi terakhir, masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharap untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Rinjani yang tidak jelas sumbernya. (*/RL)