Gunung Barujari Kembali Bergemuruh

BERGEMURUH: Aktivitas anak gunung Barujari kembali meningkat dan mengeluarkan suara gemuruh beberapa hari belakangan ini.(ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)
BERGEMURUH: Aktivitas anak gunung Barujari kembali meningkat dan mengeluarkan suara gemuruh beberapa hari belakangan ini.(ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

SELONG – Gunung Anak Barujari mengalami peningkatan aktivitas sejak beberapa hari belakangan ini. Anak Gunung Rinjani itu bahkan sudah beberapa kali mengeluarkan suara gemuruh.

Hasil pemantauan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Rinjani, Gunung Anak Barujari sempat terjadi aktivitas kegempaan dengan skala rendah. Dengan terjadinya peningkatan aktivitas, maka status gunung itu berada di level II waspada. ‘’Melihat aktivitas gunung tersebut, kondisinya itu belum sepenuhnya stabil. Sehingga tetap punya potensi terjadinya letusan secara tiba-tiba meskipun kita tidak dapat pastikan kapan kejadiannya,‘’ kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Rinjani, Nizwaril Hamdi di Sembalun, Minggu (19/4).

Melihat kondisi dan peningkatan aktivitas gunung Barujari, lanjut dia, maka ketika terjadi letusan akan potensi berbahaya akan terjadi di sekitar tubuh gunung tersebut yang berada di dalam kaldera. ‘’Namun statusnya masih pada level II,‘’ imbuh dia.

Untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dan mengantisivasi terjadinya berbagai kemungkinan di luar dugaan, petugas pemantu memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat di sekitar Gunung Rinjani. Termasuk juga para pendaki dan pengunjung untuk sementara ini supaya tidak berkemah di sekitar tubuh Gunung Anak Barujari. Mereka juga dilarang beraktivitas di areal lava baru dan di seluruh areal dengan radius 1,5 kilometer dari bawah Gunung Anak Barujari. ‘’Mengigat kondisi gunung yang tidak stabil sehingga sangat rawan terjadi longsor batu,‘’ terang dia.

Begitu halnya juga dengan masyarakat di sekitaran kawasan gunung juga diimbau supaya tetap menggunakan masker ketika melakukan aktivitas, baik itu di luar maupun di dalam rumah. Termasuk juga menggunakan penutup pelindung lainnya seperti penutup hidung mata agar tidak terinpeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun iritasi mata ketika mumungkikan terjadi letusan. ‘’Namun yang paling penting supaya masyarakat tetap tenang tapi tetap menjaga kewaspadaan. Terutama jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sumber kebenarannya,’’ tandasnya. (lie)