Gunung Baru Jari Kembali Erupsi

SELONG– Gunung Baru Jari Anak Gunung Rinjani kembali menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2500 meter  Senin kemarin (1/8).

Gunung Baru Jari sempat tenang setelah meletus tanggal 20 Oktober 2015 lalu.  Letusan terjadi sebanyak tiga kali pukul 11.50 Wita, 16.33 Wita dan 16.48 Wita.  Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Rinjani Mutaharlin pada Radar Lombokmengatakan, sifat letusan masih proaktif dan kemungkianan letusan kali ini disebabkan oleh gempa tektonik yang terjadi sekitar pukul 09.00 Wita Senin kemarin yang berpusat di Kabupaten Dompu. Dua jam kemudian, terjadi letusan yaitu letusan pertama pukul 11.50 Wita.

Letusan ini terjadi sejak statusnya diturunkan dari waspada ke normal pada bulan Oktober 2015 hingga Februari 2016 lalu.  Sebelumnya dikatakan terjadi letusan kecil pada hari Sabtu (9/7) lalu yang diprediksi dari paska erupsi tahun 2015 lalu. "Sementara itu setatusnya masih normal dan kondisi pendakian di Gunung Rinjani masih aman," katanya.

Akibat letusan ini, Gunung Baru Jari mengeluarkan abu vulkanik yang  bergerak ke arah selatan tenggara. Hujan abu terjadi di keldera 5 kilometer di sekitar hutan sebelah selatan Gunung Baru Jari. Dikatakan, jika dilihat dari karakteristik letusannya  ini, Mutaharlin memprediksi kemungkinan akan terjadi letusan susulan. Dia lalu merekomendasikan ke semua pendaki agar tidak melakuakan aktivitas  atau kegiatan di sekitar Gunung Baru Jari.

Salah seorang pendaki asal Palembang, Sumatera Selatan, Adil mengaku  mendengar suara dentuman cukup keras saat dirinya masih berada di puncak Rinjani. "Saya mendengar dentuman seperti suara meriam sekitar jam 11.00 namun tak terlihat ada debu atau asap letusan karena kabut tebal," katanya.

Dikatakan, meski terjadi letusan namun banyak pendaki yang naik  ke puncak maupun ke danau Segara Anak. Namun demikian beberapa pendaki  terlihat balik atau turun. Mereka tidak mau melanjutkan pendakian akibat takut terjadi letusan besar yang bisa membahayakan mereka.

Terpisah  staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengatakan, saat erupsi atau letusan kecil terjadi, muncul asap belerang sekitar kaldera dan baunya sangat menyengat di sekitar Pelawangan. “Kita mendapatkan informasi itu Sabtu (30/7), katanya ada yang aneh dengan aktivitas Gunung Baru Jari. Pak Kepala (BPBD) kemudian mengutus dua orang mendaki untuk memastikan itu. Ternyata benar, tadi pagi terjadi letusan kecil. Sekarang dua orang itu sudah turun jam 10.00 tadi,” ungkap Petugas Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD KLU, Araruna.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum berani mengimbau   masyarakat terhadap kondisi erupsi, karena hingga sore kemarin, belum ada peningkatan status Gunung Baru Jari, masih dianggap dalam kondisi aman. Selain itu para pendaki juga masih terpantau ramai di Gunung Rinjani. “Kemudian untuk dampak erupsi berupa hujan abu, belum ada. Di Bayan juga belum ada. Tapi tadi saya hubungi Kadus Santong Asli, katanya ada sedikit-sedikit. Kan hujan abu ini juga dipengaruhi arah angin. Dari tadi arah angin ke Barat Daya. Saya sendiri ini belum berani pulang, karena masih menunggu informasi terbaru dari BMKG,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan koran ini di Desa Santong Kecamatan Kayangan Lombok Utara, hujan abu sudah mulai sedikit terasa seperti saat erupsi Gunung Baru Jari, Oktober 2015. Butiran abu kasar pun sudah mulai terlihat menempel di perabotan atau peralatan yang diletakkan di luar rumah. “Iya ini abu gunung, saya kira tadi rintik hujan, tapi abu. Pantesan dari tadi sempat awannya hitam dari arah Rinjani,” ujar salah seorang warga, Saipul Hamdi.

Camat Kayangan, Tresna Hadi sendiri meminta masyarakat untuk menggunakan masker jika hujan abu turun dan diharapkan masyarakat juga tetap berhati-hati. “Saya akan kontak Kapus (Kepala Puskesmas) Santong dan Kayangan agar siaga menghadapi erupsi Rinjani,” ujarnya melalui pesan singkat. (lal/zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid