Gunung Agung Erupsi, Warga Bali Mengungsi ke Lombok

Terkait dengan jumlah pasti pengungsi hingga saat ini, Rum mengaku belum bisa mengetahu secara pasti. Pasalnya, tidak semua pengungsi melaporkan diri atau bisa tercatat. Meskipun begitu, masyarakat NTB tidak perlu khawatir karena para pengungsi tersebut bisa mengurus dirinya sendiri.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD NTB Isbandono mengatakan, Pos BPBD di Pelabuhan Lembar dibuka 24 jam untuk mendata pengungsi atau yang mengamankan diri ke rumah keluarganya. Bila mana nanti ada pengungsi yang tidak ada keluarganya di Lombok, itu nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial NTB. “Tetapi saya kira yang ke Lombok itu adalah mereka yang memiliki keluarga di Lombok,” ujarnya.

Baca Juga :  3 Ribu Peserta Ramaikan Lombok Marathon

Sementara itu Humas PT ASDP Indonesia Ferry Deny N. Putra mengatakan, kondisi saat ini masih tergolong normal, namun pihaknya tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait manakala situasi penyeberangan menjadi padat akibat gelombang pengungsian, maka pihaknya akan mengambil langkah-langkah pemuatan jadwal kondisi padat. “Semua itu sebagai bentuk support kita menjaga situasi agar tetap kondusif,” jelasnya.

Baca Juga :  Wisatawan Korea Digiring Berkunjung ke Lombok

Dikatakan, untuk penumpang kapasitas di Pelabuhan Lembar, masih dalam kondisi normal atau dengan jadwal reguler itu sekitar 5.000 sampai 6 ribu orang per hari. “Jadi sementara kita masih menggunakan pola pemuatan dengan jadwal reguler, namun tidak menutup kemungkinan jika melihat adanya penumpukan atau kondisi padat jadwal dan pola pemberangkatan akan kita sesuaikan,” jelasnya sembari memberitahukan bahwa kapal yang siap dioperasikan ada 35 kapal, namun perhari dioperasikan 12 kapal dengan 24 trip per hari.  (zul/zwr)

Komentar Anda