Gunung Agung Erupsi, Warga Bali Mengungsi ke Lombok

Paman yang dipanggilnya bapak ini sendiri diceritakannya sudah jompo sehingga memerlukan perawatan ekstra. “Bapak sih tidak mau diamankan, karena merasa dulu saat Gunung Agung meletus, laharnya itu tidak sampai rumah. Jarak Desa Duda (Kecamatan Selat Kabupaten Karang Asem) itu hanya 10 Km. Saya lihat dari peta, ternyata masuk zona merah,” ceritanya.

Nengah Reguk sendiri dijemput  saudara Kadek di Karang Asem. Kadek bersama istrinya menjemput menggunakan mobil hingga ke dalam Dek KMP Sindu Tritama. Bersama beberapa orang Anak Buah Kapal (ABK), Kadek dibantu membopong pamannya tersebut turun dari kapal dan masuk ke dalam mobilnya.

Baca Juga :  Wisatawan Korea Digiring Berkunjung ke Lombok

Operasional KMP Tritama Rohim mengungkapkan, sejauh ini arus pengungsian dari Bali ke Lombok belum terlihat signifikan. Hanya beberapa saja. Mereka yang mengungsi itu biasanya yang memiliki kerabat di Lombok. “Masih normal-normal saja. KMP Sindu Tritama melayani penyeberangan sehari sekali,” jelasnya.

Baca Juga :  Usia Dewasa Penampilan Muda

Adanya pengungsi dari Bali tersebut, langsung dipantau oleh Dinas Sosial Provinsi NTB. “Kemarin kita turun ke Lembar, ada ratusan orang. Hampir setiap kapal yang berlabuh ada,” ungkap Kepala Dinsos NTB, H Ahsanul Khalik.

Menurut Ahsanul, pihaknya turun untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal diluar keinginan. Namun setelah didalami, para pengungsi tersebut dalam kondisi aman. Mereka dapat dikategorikan pengungsi mandiri yang tidak perlu dikhawatirkan nasibnya saat berada di Lombok.

Komentar Anda