Guntur Macan Dapat Alat Deteksi Longsor

GIRI MENANG – Bencana longsor yang menyebabkan banyak korban jiwa pernah terjadi di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari. Untuk mengantisipasi kejadian yang sama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang alat pendeteksi bencana alam di kawasan perbukitan setempat.

Alat pendeteksi bencana alam ini berfungsi untuk mengukur curah hujan, kemiringan tanah dan gerakan tanah. Pasalnya, tanah di desa setempat kondisinya labil. Saat ada pergeseran tanah dengan curah hujan cukup tinggi, maka alat deteksi akan berbunyi. “ Ini bantuan BNPB bertujuan agar masyarakat mengetahui secara dini adanya ancaman,” demikian dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat HM. Najib kepada Radar Lombok, Minggu (28/8).

Alat ini jelas Najib, merupakan hasil kerjasama BNPB dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Beberapa waktu lalu sebelum alat dipasang, Najib mengaku ke Jogjakarta melakukan penandatangan MoU dengan BNPB. Najib menjelaskan, Lombok Barat hanya menerima pemasangan saja.

Pihaknya akan melibatkan masyarakat setempat bekerjasama dengan tim siaga bencana yang telah dibentuk. Guntur Macan telah ditetapkan sebagai desa tangguh bencana. Organisasinya  sudah terbentuk. “  Harapan kita, ketika ada tanda-tanda bencana, warga langsung bisa menyelamatkan diri agar tidak ada korban jiwa,” harapnya.  

Agar warga setempat mengetahui fungsi dan manfaat alat ini, BPBD akan memberikan penjelasan dan simulasi. Saat ini alat tengah dipasangkan tim pusat dan UGM. “ Segera selesai minggu depan, baru kita lakukan simulasi,”tambahnya.

Di NTB, Lombok Tengah juga dapat bantuan yang sama yang dipasang di beberapa titik. Di Lombok Barat alat baru dipasang di Guntur Macan saja. Kedepan akan diusahakan untuk desa lain yang juga rawan bencana.

Berdasarkan catatan BPBD, ada enam kecamatan rawan longsor masing-masing Narmada, Gunung Sari, Lingsar, Batulayar, Sekotong, dan Lembar.

Sementara itu Kades Guntur Macan, Hanan, berterima kasih atas adanya alat ini. Dengan adanya alat deteksi ini warga bisa mengetahui secara dini ancaman bencana. Dengan begitu masyarakat bisa cepat menyelamatkan diri. “ Ini sangat membantu sekali,” ungkapnya saat diwawancarai terpisah.

Ia menjelaskan, tim siaga bencana telah dibentuk dan akan terlibat aktif. Pihak desa sendiri didukung oleh alat-alat dan pelatihan-pelatihan yang dianggarkan melalui ADD (Alokasi Dana Desa).” Kedepan akan terus diupayakan setiap tahun untuk biaya pelatihan dan alat-alatnya,” ungkapnya.

Guntur Macan memang desa rawan longsor karena secara geografis terletak di wilayah perbukitan. Dari total tujuh dusun, ada enam yang rawan longsor masing-masing Dusun Ladungan, Ketengger, Guntur Macan, Pancor Selatan, Pancor Utara, dan Barat Kokoh. Yang relatif aman hanya Dusun Ampit Aik. “ Kedepan kami berharap agar alat pendeteksi bencana bisa ditambah, karena kapasitas alat hanya mencakup dua dusun yaitu Dusun Ladungan dan Pancor,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid