Gugus Tugas Covid-19: Secara Teori Gubernur NTB Tak Langgar Protokol Kesehatan

I Gede Putu Aryadi (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kepala Satpol PP NTB Tri Budi Prayitno tidak mau berkomentar banyak soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada aktivitas Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama sejumlah pejabat yang mandi bareng di Kolam Mandala, Bayan, Lombok Utara, Minggu (31/1/2021) lalu itu.

Mantan Kepala Bagian Humas NTB ini mempersilakan untuk bertanya langsung kepada Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yakni Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi.

Terkait hal tersebut, Kepala Diskominfotik I Gede Putu Aryadi mengatakan, Gubernur mandi bareng sejumlah pejabat di kolam itu hanya bersifat spontanitas yang tidak diagendakan. Apalagi jika merujuk kaidah protokol kesehatan covid-19, maka kolam renang itu sangat luas, yakni berukuran kurang lebih 20×15 meter. “Saat selesai ibadah Salat Subuh, masyarakat tiba-tiba meminta dan mengajak Pak Gubernur untuk melihat kolam renang yang dibangun secara swadaya oleh pokmas setempat. Intinya, Pak Gubernur itu ndak enak menolak ajakan masyarakat,’’ kata Gede.

Diceritakan Gede, saat selesai Salat Subuh, masyarakat sudah beramai-ramai mendatangi Gubernur yang kebetulan menginap di Bayan. Di mana, saat itu, Gubernur diberi tahu adanya kolam yang dikelola oleh masyarakat. Kolam ini khas, konon bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Terlebih sumber mata air kolam renang tersebut dari akar akar pohon yang mengitari kawasan tersebut. “Airnya sangat jernih dan menyegarkan, sehingga masyarakat di sekitarnya menyebut jika mandi di kolam itu, sakit seperti “ngeriq awak/meriang” bisa sembuh,” terangnya.

Kemudian ditegaskan Gede, dalam SOP protokol kesehatan covid-19, kegiatan outdor sejatinya dianjurkan pada masyarakat; berekreasi di pegunungan dan pantai. Sedangkan, posisi Kolam Mandala berada di hutan yang kebetulan tidak jauh dari kawasan Gunung Rinjani. “Kalau secara teori, mandinya Pak Gubernur itu tidak melanggar prokes. Hanya saja yang di fotonya saja yang berkerumun. Padahal, aslinya kolam itu sangat luas dan terbuka di alam,” tandasnya.

Namun Gubernur juga sangat mengatensi masukan dan kritikan masyarakat terkait fotonya yang viral itu. Untuk itu, sebagai atensi atas perhatian publik,  Gubernur lantas meminta maaf. “Pak Gubernur itu terbuka orangnya pada siapapun. Makanya, beliau meminta maaf atas masukan masyarakat itu,” tutupnya. (sal)