Gugus Tugas Covid-19 Fokus Tracking Klaster Gowa

JEMPUT WARGA KONTAK: Petugas PSC RSUD Kota Mataram intens menjemput warga kota yang terindikasi pernah melakukan interaksi atau kontak dengan orang terpapar Covid-19. (ALI/RADAR LOMBOK)
JEMPUT WARGA KONTAK: Petugas PSC RSUD Kota Mataram intens menjemput warga kota yang terindikasi pernah melakukan interaksi atau kontak dengan orang terpapar Covid-19. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kini berupaya keras menekan lonjakan warga kota yang positif terjangkit virus corona. Berdasarkan pemetaan asal dan klaster penderita positif, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram kini fokus pada tracking klaster Gowa.

Seperti diketahui, sudah cukup banyak klaster Gowa yang telah dinyatakan positif corona. “Memang saya tracking dan kejar klaster Gowa ini,” ujar Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra, Senin kemarin (13/4).

Seluruh klaster kata dia, tetap menjadi perhatian. Namun klaster Gowa disebutnya harus dengan penanganan lebih intensif lagi. “Karena mereka secara chemistry itu dapat banget. Jadi potensinya lebih gampang berinteraksi,” katanya.

Ia menjelaskan, warga Mataram bisa dikatakan tidak membawa virus (carier). Tapi karena pergerakan orang dari luar negeri dan daerah pandemi yang masuk ke Gowa untuk mengikuti ijtima’ ulama dunia. Sehingga banyak jamaah yang mengikuti ijtima’ ulama akhirnya dinyatakan positif. “Itu dari luar negeri positifnya datang ke Gowa. Gowa itu bukan endemis. Ada yang membawa virus ke sana,” ungkapnya.

Dari data yang dikumpulkan, ada sekitar 60 jamaah eks Gowa yang sudah terdata, berasal dari Mataram. Seluruhnya dipastikan akan dikejar untuk rapid tes sekali lagi. Kemudian jika hasilnya positif, maka dipastikan akan dikarantina oleh pemerintah. “Makanya saya pastikan akan saya kejar itu,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, utamanya informasi tentang jamaah yang mengikuti kegiatan di Gowa. “Rekan-rekan media juga bantu saya. Kalau ada kluster Gowa kita ambil. Sudah tidak ada tawar-menawar lagi, kita akan ambil,” terangnya.

Pihaknya masih menunggu informasi sebaran 60 jamaah tersebut. Pihaknya hanya melakukan tracking. Ia juga menyesalkan, jamaah ini kecenderungannya tidak pro aktif kepada pemerintah. “Cenderung menutup diri. Pindah sana pindah sini. Memang tidak semua sudah berinteraksi kemana. Tapi kan paling pas 60 orang itu kita karantina atau isolasi,” jelasnya.

Pria yang karib disapa dr Jack ini mengatakan, untuk keluarga dari klaster Gowa yang sudah dinyatakan positif, juga sudah dilakukan skrining dan tracking. “Sudah, tapi kita sedang kumpulkan datanya semua dulu,” imbuhnya.

Di RSUD Kota Mataram tercatat merawat 22 orang pasien positif. Mereka berasal dari beberapa klaster. Mulai klaster Bogor, klaster Jakarta, klaster Gowa dan lainnya. “Kalau klaster Gowa yang saya rawat di RSUD. Nanti saya lihat dulu datanya. Tapi ada beberapa orang yang kita rawat,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya masih disibukkan dengan penjemputan warga yang diketahui pernah berinteraksi dengan orang yang terpapar corona. “Hari ini masih ada yang kita jemput,” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, pihaknya tidak ingin kecolongan lagi. Karena didapatkan fakta, ada pasien yang diisolasi tapi masih bisa pulang ke lingkungan dan berinteraksi. Situasi ini pun menimbulkan keresahan di masyarakat. “Jangan lagi terulang seperti itu. Pengawasan harus diperketat,” tegasnya. (gal)